PORTAL BONTANG – Siapa yang tak kenal Hermanto Tanoko, pengusaha sukses asal Surabaya di balik brand cat ‘Avian’ dan air minum ‘Cleo’?
Dengan produknya yang telah menjadi ikon, Tanoko sukses meraih reputasi sebagai Crazy Rich Surabaya dengan kekayaan mencapai USD 2,1 miliar atau sekitar Rp33 triliun, seperti dilaporkan Forbes pada 11 November 2024.
Keberhasilan Tanoko yang penuh inspirasi menyimpan pelajaran berharga bagi para pengusaha Indonesia.
Baca Juga: Dari Bontang ke Nasional, Iffa Rosita Dilantik Prabowo Subianto sebagai Anggota KPU RI
Mari kita tengok perjalanan panjang Tanoko menuju puncak kesuksesan yang penuh dedikasi dan nilai-nilai dari sang ayah.
Ayah sebagai Panutan Utama
Hermanto Tanoko merintis bisnis cat Avian bersama ayahnya, Soetikno Tanoko, yang ia anggap sebagai panutan. Dalam wawancara di YouTube Helmy Yahya, Tanoko menggambarkan ayahnya sebagai sosok pemimpin teladan.
“Bagi saya, Bapak (Soetikno) benar-benar seorang pemimpin yang memberi contoh, jadi kita hidup ini harus disesuaikan dengan apa yang dikerjakan,” ungkap Tanoko dalam video yang dirilis pada 18 Desember 2020.
Baca Juga: Kota Bontang Raih Bhumandala Award 2024 untuk Ketiga Kalinya
Tanoko juga mengaku bahwa pola pikir hemat dan kerja keras yang ia miliki tumbuh dari didikan ayahnya, yang tak pernah pilih-pilih pekerjaan dan bahkan kerap menaiki bus kota demi menghemat pengeluaran.
Bisnis Sejak Usia 5 Tahun
Helmy Yahya pun terkejut saat mengetahui latar belakang ekonomi Tanoko yang sederhana. Meski serba kekurangan, Tanoko sudah belajar bisnis sejak kecil.
Ia mengenang masa sulit ketika tak mampu membeli kelereng untuk bermain dengan teman-temannya.
“Dulu saya hidup susah, saya enggak bisa beli mainan,” cerita Tanoko. Ia juga mengenang sang ibu yang membawanya membeli tepung terigu untuk memahami bahwa mencari uang itu tidak mudah.
Dari pengalaman ini, Tanoko tumbuh dengan pemahaman bahwa seorang pengusaha tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga harus berbagi dengan orang lain.
Kerja Keras Orang Tua sebagai Bekal Hidup
Baca Juga: Sosok di Balik Kesuksesan HokBen, Resto Jepang Legendaris yang Lahir di Indonesia sejak 1985
Tanoko belajar kerja keras dari orang tuanya, yang pada 1960-an belum memperoleh kewarganegaraan Indonesia dan harus berjuang dengan berjualan barang bekas di Singosari, Jawa Timur.
“Ayah saya orangnya luar biasa, pekerja keras,” ujar Tanoko, yang teringat akan pengorbanan orang tuanya meski bisnisnya terhambat akibat status kewarganegaraan.
Dahulu, Tanoko hanya bisa makan ikan teri dan nasi jagung, jauh dari kemewahan. Dari situ, ia belajar berhemat dan menghargai setiap perjuangan.
Mengembangkan Avian dan Cleo dengan Misi Sosial
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Energi Terbarukan: Solusi Minimalkan Emisi Gas Rumah Kaca!
Tahun 1982 menjadi titik balik ketika Tanoko bergabung dengan PT Avia Avian. Dengan bimbingan sang ayah, ia bertekad menjadikan Avian sebagai merek cat ternama di Indonesia.
Keyakinan dan semangat positifnya membawa Avian berkembang hingga diterima oleh banyak importir.
Tak berhenti di situ, pada 2003, Tanoko mulai merambah bisnis minuman air kemasan Cleo.
Baca Juga: Menko Polkam Bentuk 7 Desk Strategis Dukung Program Utama Prabowo
Baginya, bisnis Cleo bukan semata soal keuntungan, namun bagaimana ia bisa bermanfaat bagi masyarakat.
“Semua ini berawal dari pikiran yang positif, targetnya menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Kisah Hermanto Tanoko ini menjadi inspirasi bahwa kesuksesan bisa diraih lewat ketekunan, keteladanan, dan niat berbagi manfaat. ***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A