Perjalanan Timnas Indonesia yang Tampil Mengesankan di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Arab Saudi Terpukul di Pertandingan Perdana

Timnas Indonesia berhasil menahan imbang Arab Saudi dengan skor 1-1 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ini poin penting keberhasilannya.

R
Perjalanan Timnas Indonesia yang Tampil Mengesankan di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Arab Saudi Terpukul di Pertandingan Perdana

PORTAL BONTANG – Tim Nasional Indonesia berhasil menahan imbang Arab Saudi dengan skor 1-1 pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada Jumat, 6 September 2024.

Gol pembuka bagi Indonesia diciptakan oleh striker Ragnar Oratmangoen di menit ke-20. Bola sempat berubah arah setelah mengenai Sandy Walsh sebelum akhirnya masuk ke gawang Arab Saudi.

Sementara itu, Arab Saudi berhasil menyamakan kedudukan saat injury time babak pertama. Meski terus menekan sepanjang pertandingan, tim yang dijuluki The Green Falcons tersebut tidak mampu menambah gol.

Baca Juga: Waspadai 'Karoshi', Fenomena Kerja Berlebihan di Jepang yang Menarik Perhatian Dunia: Indonesia Harus Siaga

Penampilan cemerlang penjaga gawang Indonesia, Maarten Paes, menjadi sorotan utama karena berhasil menjaga gawang Garuda Merah Putih tetap aman dari serangan-serangan berbahaya.

Hasil positif ini membuat peringkat FIFA Timnas Indonesia melonjak tajam. Timnas naik tiga posisi ke peringkat 131, sementara Arab Saudi tetap bertahan di peringkat 56.

Indonesia memperoleh tambahan 6,88 poin FIFA, sementara Arab Saudi kehilangan 6,88 poin.

Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya keras PSSI dalam memperbaiki manajemen tim, yang kini lebih kompetitif di level Asia.

Baca Juga: Cerita Dony Ahmad Munir Mengenai Keberlanjutan Penanganan Pengangguran di Sumedang Saat Bertemu Tim Promedia

Para Pemain Keturunan Eropa Tingkatkan Kualitas Tim

Salah satu langkah strategis PSSI dalam meningkatkan performa Timnas Indonesia adalah melalui naturalisasi pemain-pemain keturunan Eropa.

Terbaru, naturalisasi dilakukan terhadap Thom Haye, Maarten Paes, dan Ragnar Oratmangoen, setelah mendapatkan persetujuan dari Komisi X dan Komisi III DPR RI pada Kamis, 7 Maret 2024.

Baca Juga: Kasus Rudapaksa Siswi SMP di Palembang Tunjukan Bahaya Pornografi dalam Dunia Anak, Orang Tua Wajib Ketahui Hal Penting Ini

Maarten Paes, yang baru melakukan debutnya melawan Arab Saudi, memiliki garis keturunan Indonesia dari neneknya yang lahir di Pare, Kediri, Jawa Timur, pada 20 Maret 1940.

Thom Haye, seorang pemain Belanda, memiliki darah Indonesia dari kakeknya yang lahir di Solo, Jawa Tengah, serta neneknya yang lahir di Kawangkoan, Kabupaten Minahasa.

Ragnar Oratmangoen, striker di Liga Belanda, merupakan keturunan Maluku dengan kakek yang lahir di Ambon.

Pelatih Striker dari Korea Selatan

Baca Juga: Menyelami Kasus Pemerkosaan Siswi SMP di Palembang, Perlindungan Hukum Wajib Ditegakkan Demi Masa Depan Anak

Menghadapi ketatnya babak ke-3 Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia, pelatih Shin Tae-yong menunjuk Yeom Ki-hun sebagai pelatih striker Timnas Indonesia.

Kehadiran Yeom Ki-hun memberikan dampak signifikan pada ketajaman lini depan Indonesia, terutama dalam menghadapi pertahanan kuat tim-tim Asia seperti Arab Saudi, Bahrain, dan Australia.

Yeom Ki-hun memainkan peran penting dalam gol Ragnar Oratmangoen saat melawan Arab Saudi, dengan memberikan latihan khusus kepada para striker seperti Ragnar Oratmangoen, Rafael Struick, Malik Risaldi, dan Dimas Drajad.

Dukungan Penuh untuk Timnas Indonesia

Baca Juga: Batas Waktu Pendaftaran CPNS Diperpanjang hingga 10 September 2024

Media Vietnam, TheThao247.vn, mengamati bahwa meskipun perjuangan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 tidak akan mudah, Tim Garuda memiliki dukungan yang kuat dari berbagai pihak.

“Dukungan dari federasi, skuad, dan masyarakat yang besar sangat membantu Timnas Indonesia dalam upaya meraih tiket ke Piala Dunia 2026,” ungkap media tersebut.

Dengan dukungan ini, Indonesia berpotensi menciptakan sejarah baru yang belum pernah dicapai oleh tim Asia Tenggara lainnya.***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu