Pernyataan Kontroversial Peter Gontha tentang Pemain Diaspora Timnas Indonesia Viral, Ini Tanggapan PSSI dan Kebijakan FIFA

Ramai sorotan Eks Dubes RI Peter Gontha terkait pemain diaspora di dalam skuad Timnas Indonesia, pada Sabtu 14 September 2024.

R
Pernyataan Kontroversial Peter Gontha tentang Pemain Diaspora Timnas Indonesia Viral, Ini Tanggapan PSSI dan Kebijakan FIFA

PORTAL BONTANG – Mantan Duta Besar RI untuk Polandia, Peter Gontha, menjadi sorotan publik setelah memberikan pernyataan kontroversial mengenai program naturalisasi PSSI pada Sabtu, 14 September 2024.

Warganet Indonesia ramai menyoroti unggahan Peter Gontha yang mempertanyakan program naturalisasi tersebut.

Dalam postingan mengenai pemain diaspora Timnas Indonesia, Peter mengklaim bahwa ia ingin menjaga martabat bangsa, meskipun hal ini berpotensi membuat pengikutnya di media sosial ‘marah’.

Baca Juga: Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kota Bontang 2024: Daftar Nama Lolos Tahap Berikutnya

“Saya sungguh galau, saya akan posting status yang akan membuat followers saya marah, tapi tidak apa, saya ambil risiko ini karena saya mau menjaga martabat bangsa saya,” tulis Peter di akun Instagram pribadinya, @petergontha, pada Kamis, 12 September 2024.

Peter kemudian mengajukan beberapa pertanyaan terkait program naturalisasi PSSI:

Pertanyaan Peter Gontha tentang Naturalisasi Timnas Indonesia

  1. Apakah Anda cinta PSSI? (Saya cinta)
  2. Apakah Anda cinta bangsa? (Saya cinta)
  3. Apakah Anda tidak malu melihat PSSI memiliki 9 pemain yang dinaturalisasi? (Saya malu)
  4. Apakah kita bangsa besar? (Saya rasa demikian)
  5. Apakah Anda tahu bahwa naturalisasi mereka hanya sementara karena mereka memiliki dua paspor dan akan membuang status WNI setelah selesai bermain di Indonesia? (Saya tahu)
  6. Apakah mereka mau melepaskan tunjangan sosial mereka di negara asal? (Saya rasa tidak)
  7. Apakah tidak lebih baik membina pemain kita sejak muda? (Saya rasa demikian)
  8. Apakah tidak lebih baik kalah dengan terhormat daripada menang dengan cara yang merendahkan martabat bangsa? (Saya malu)

Baca Juga: Pesan Bacagub Jateng Ahmad Luthfi untuk Warga Sukoharjo Saat Hadiri Jalan Sehat

Peter mengaku marah karena diejek oleh rekan-rekan asingnya yang mencemooh PSSI terkait banyaknya pemain diaspora di Timnas Indonesia.

“Semoga saya mendapat tanggapan baik, tidak emosional. Marilah kita tidak dibohongi atau membohongi diri kita sendiri dengan keadaan persepakbolaan kita yang palsu,” tambah Peter.

Tanggapan PSSI

Baca Juga: Bea Cukai Gencarkan Pemberantasan Rokok Ilegal di Indonesia, Simak Potensi Kerugian Negara

Exco PSSI, Arya Sinulingga, merespons kritikan terhadap pemain diaspora di Timnas Indonesia.

“Semua bangga dengan timnas kita, tapi ada saja yang mencoba menggembosi kebanggaan bangsa kita. Kita maju terus, tinggalkan orang-orang yang mau mengkerdilkan perjuangan pemain diaspora kita,” tulis Arya di Instagram pribadinya, @arya.m.sinulingga, pada Jumat, 13 September 2024.

Arya menjelaskan bahwa pemain diaspora yang dinaturalisasi oleh PSSI memiliki darah Indonesia.

“Saya jelaskan nih, yang pasti pemain diaspora tuh mereka itu punya darah Indonesia. Bahkan, ada bapak atau ibunya itu orang Indonesia asli, kok bisa-bisa mempertanyakan mereka gitu dan kebangsaan mereka,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa para pemain diaspora telah mengurus kewarganegaraan mereka sesuai hukum Indonesia dan melalui prosedur yang ditetapkan oleh FIFA.

“Mereka mendapatkan kewarganegaraan kemudian mereka juga kita bawa nih ke FIFA untuk pindah federasi dari negara asalnya menjadi federasi Indonesia,” tambah Arya.

Kebijakan FIFA

Baca Juga: Siswa SMK di Gorontalo Dipaksa Minum Miras Hingga Muntah: Intip Sejumlah Kasus Perundungan Serupa yang Dapat Dijadikan Pelajaran

FIFA telah memberikan pernyataan resmi mengenai aturan kelayakan pemain diaspora untuk tim nasional dalam sepak bola internasional sejak 2008.

“Kongres FIFA atas modernisasi menyeluruh, telah mengatur kelayakan pemain tim nasional sejak tahun 2008,” tulis FIFA di laman resminya.

“Perubahan asosiasi perlu menyajikan gambaran lengkap mengenai prosedur hukum dan dokumen yang diperlukan untuk setiap permohonan yang diajukan kepada Komite Status Pemain FIFA,” tegas FIFA dalam pernyataan tersebut. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu