Rekor Baru Squid Game 2: Pecahkan Jumlah Penonton Perdana Netflix, Bantah Analisis Cuan Fantastis

Squid Game 2 pecahkan rekor Netflix dengan 68 juta views dalam 4 hari, melampaui Wednesday. Netflix bantah klaim cuan fantastis media Korsel

R
Rekor Baru Squid Game 2: Pecahkan Jumlah Penonton Perdana Netflix, Bantah Analisis Cuan Fantastis

PORTAL BONTANG – Musim kedua serial populer Korea Selatan, Squid Game 2, mencetak sejarah dengan rekor tayangan perdana di Netflix.

Dirilis pada 26 Desember 2024, Squid Game 2 meraih 68 juta tayangan hanya dalam empat hari pertama.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah debut Netflix, melampaui pencapaian serial lainnya.

Baca Juga: PLN Tawarkan Diskon Listrik 50 Persen: Ini Cara Mudah Nikmati Tarif Hemat!

“Musim kedua Squid Game memperoleh 68 juta penayangan, debut serial terbesar Netflix sepanjang masa,” demikian laporan Variety pada 31 Desember 2024.

Lebih Hebat dari Squid Game 1 hingga Wednesday

Squid Game 2 melampaui rekornya sendiri dari musim pertama pada 2021 yang meraih 7,7 juta penonton pekan pertama.

Serial ini juga mengungguli Wednesday (50,1 juta views), Bridgerton Season 3 (45,1 juta views), dan Dahmer (22,9 juta views).

Baca Juga: 4 Fakta Pratama Arhan Hengkang dari Suwon FC, Termasuk Minimnya Kesempatan Bermain di K-League

Berkat pencapaian tersebut, Squid Game 2 kini masuk dalam jajaran serial non-Inggris terpopuler sepanjang masa di Netflix, menempati peringkat ketujuh.

Polemik Cuan Squid Game 2: Netflix vs Media Korsel

Namun, kesuksesan Squid Game 2 juga diwarnai kontroversi.

Baca Juga: Dunia Rayakan Kedatangan Tahun Baru 2025

Media Korea Selatan, K-EnterTech Hub, memprediksi keuntungan serial ini mencapai 1,5 triliun Won atau sekitar Rp16,59 triliun.

Angka ini mengacu pada proyeksi pendapatan musim pertama yang disebut mencapai Rp11,045 triliun.

Netflix, melalui pernyataan resmi pada 1 Desember 2024, membantah klaim tersebut.

“Terkait analisis pendapatan Squid Game 2 yang dirilis lembaga riset domestik (K-EnterTech Hub), ada beberapa aspek yang sama sekali berbeda dengan kenyataan,” ungkap Netflix.

Netflix menegaskan model bisnis berbasis langganan bulanan membuat platform ini tidak mendapatkan pendapatan tambahan dari jumlah tontonan atau durasi tayangan individu.

“Sebagai layanan berlangganan secara bulanan, Netflix tidak dapat menghasilkan pendapatan tambahan berdasarkan jumlah tontonan atau waktu pemutaran karya individu,” jelas Netflix lebih lanjut.

Baca Juga: Masyarakat Apresiasi Kebijakan Prabowo Soal PPN 12 Persen Hanya untuk Barang Mewah

Klaim K-EnterTech Hub dianggap keliru karena tidak didukung informasi resmi. Netflix juga menyatakan tidak ada data untuk menilai kinerja karya berdasarkan perhitungan tersebut.

“Netflix tidak menilai kinerja karya dengan cara ini,” tutup pernyataan itu. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu