Menilik Kiwari 2024: TEDxBandung Angkat Isu Lingkungan, Kuliner, dan Seni di Kota Kembang

TEDxBandung sukses gelar Kiwari 2024, angkat isu lingkungan, kuliner, dan seni. Sajikan ide inovatif & pengalaman budaya otentik Bandung.

R
Menilik Kiwari 2024: TEDxBandung Angkat Isu Lingkungan, Kuliner, dan Seni di Kota Kembang

PORTAL BONTANG – TEDxBandung sukses menggelar acara bertajuk Kiwari pada Sabtu, 7 Desember 2024, di Museum Sri Baduga, Bandung.

Kata “kiwari” yang berasal dari bahasa Sunda berarti “masa kini” menjadi tema reflektif untuk mengeksplorasi beragam isu melalui pendekatan kreatif.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa, 10 Desember 2024, TEDxBandung menyebutkan bahwa acara ini berangkat dari pertanyaan mendalam, “Kenapa Bandung?” dan bagaimana budaya Sunda yang kaya dapat menjadi inspirasi bagi generasi masa kini.

Baca Juga: Jelang HUT ke-58, KBPA Gelar Baksos di Sekolah Alam Bantar Gebang: Salurkan 500 Kg Beras dan Bantuan Pendidikan

X-Theater: Sorotan Utama

Program utama X-Theater dihadirkan melalui tiga sesi bertema Earth, Eat, dan Art.

Setiap sesi dipandu oleh moderator terpilih, yaitu Siska Nurmala (Earth), Anggia Bonyta (Eat), dan Keni K. Soeriaatmadja (Art).

Para pembicara dan penampil membawa gagasan segar dalam format talkshow yang inspiratif.

Baca Juga: Raup 11 Medali, Bontang akan Jadi Tuan Rumah Porwada ke-3 Kaltim 2025

Earth

Pembicara seperti Florian dan Daliana (SHAU Architects) berbagi strategi desain ruang publik.

Yoyo Yogasmana dari Kasepuhan Ciptagelar menyampaikan pentingnya kesadaran tubuh, sementara komunitas Sobat Healing mengangkat topik pencarian “safe place” bagi kaum dewasa.

Baca Juga: Ketika Pena Beralih Menjadi Raket: Cerita Wartawan di Arena Porwada

Sesi ini ditutup dengan penampilan musik eksperimental khas Sunda dari Tarawangsawelas.

Eat

Mauludynna (pendiri Joongla) mempromosikan keragaman kuliner Indonesia, sedangkan Harry Nazarudin mengulas potensi fermentasi lokal.

Rani Mayasari dari Java Halu Coffee membahas peran perempuan di sektor pertanian. Sesi ini diakhiri dengan dongeng kuliner oleh Ratimaya.

Baca Juga: Bukti Konsistensi Pelayanan Prima, Kelurahan Belimbing Raih Predikat 'A' 5 Kali Beruntun

Art

Seniman Daud Nugraha membagikan kisah hidupnya melalui karya “Niwayang”.

Eldwin Pradipta mengupas realitas seni di masyarakat, sementara Imaniar (pendiri Tab Space) menyoroti pemberdayaan seniman disabilitas.

Acara ditutup dengan tari topeng Nani Losari dan musik dari White Chorus.

Baca Juga: Apple Siap Bangun Pabrik Rp15 Triliun di Indonesia Demi Akhiri Larangan iPhone 16

Discovery Session & Food Program

Selain sesi panggung, Kiwari menghadirkan program Discovery Session untuk memberikan pengalaman multisensory.

Peserta dapat mencoba kerajinan tanah bersama CH Pottery, membuat kokedama dengan H2O, atau mengikuti sesi seduh teh bersama OZA Tea.

Baca Juga: Super Maximum Security, Jeruji Khusus Bandar Narkoba yang Kini Tengah Diberantas Menko Polkam Bersama Polri!

Ada pula workshop journaling bersama Havilla Tea dan pembuatan aromaterapi bersama Chi.Scent.

Sementara itu, program kuliner lokal yang dikurasi oleh Hendri Aditya dari Komunitas Mondar-Mandir Makan menghadirkan sajian otentik khas Bandung.

Penutupan: After Party

Setelah berbagai aktivitas, TEDxBandung menutup Kiwari dengan sesi After Party yang menyatukan peserta dan pembicara untuk membangun jejaring sosial baru.

Playlist kurasi Bottlesmoker menambah kehangatan suasana. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu