Portalbontang.com, Bontang - Sekretaris Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Saeful Rizal, menilai penguatan pendidikan karakter dan pengawasan terhadap aktivitas digital anak menjadi langkah krusial untuk mencegah meningkatnya kasus kehamilan remaja di luar nikah.
Menurut Saeful, perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini memang menghadirkan banyak manfaat. Namun di sisi lain, teknologi juga membuka akses yang sangat luas terhadap berbagai konten negatif apabila tidak disertai dengan pendampingan dari orang tua dan lingkungan sekitar.
Ia memaparkan bahwa pembentukan karakter harus dimulai sejak dini, baik di lingkungan keluarga maupun di institusi sekolah. Pendidikan moral, penanaman nilai-nilai agama, dan pengawasan terhadap pergaulan anak perlu berjalan beriringan agar generasi muda memiliki bekal pertahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Baca Juga: Tahun Ajaran Baru Dimulai, Saeful Rizal Tegaskan Tak Boleh Ada Perpeloncoan Saat MPLS
“Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Semua harus memberikan perhatian yang semaksimal mungkin. Sebab kalau tidak, ini bisa menjadi destruksi bagi kita semua. Naudzubillah kalau sampai anak kita sendiri yang menjadi korbannya,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Saeful menegaskan bahwa upaya pencegahan ini tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak saja. Menurutnya, orang tua, guru, pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat sipil memiliki tanggung jawab yang sama dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dan remaja.
Ia pun mengajak setiap individu untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki guna mendukung pembinaan generasi muda.
“Dengan apa yang kita punya. Punya ilmu ya ilmu, punya tenaga ya tenaga, punya skill ya skill, punya dana ya dana, dan seterusnya,” katanya.
Baca Juga: 1.000 Warga Bontang Masuk Daftar Tunggu BPJS, Komisi A DPRD Minta Pemkot Siapkan Skema PBI Daerah
Ke depan, Saeful berharap kolaborasi lintas sektor dapat diperkuat, termasuk melalui program peningkatan literasi digital, edukasi pengawasan penggunaan gawai, serta pendidikan karakter yang konsisten di rumah dan sekolah. Menurutnya, deretan langkah tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dalam melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka.
“Kalau pengawasannya lebih baik serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Saeful optimistis upaya menekan kasus kehamilan remaja di luar nikah di Kota Bontang dapat berjalan lebih efektif,” tukasnya. (adv)