Portalbontang.com, Bontang - Sekretaris Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Saeful Rizal, meminta kepada seluruh jajaran sekolah di Kota Bontang untuk memastikan bahwa pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung aman, ramah, serta bebas dari praktik perundungan (bullying) maupun perpeloncoan.
Menurut Saeful, MPLS harus benar-benar menjadi ruang adaptasi bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolahnya tanpa adanya tekanan. Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan orientasi tersebut perlu dirancang secara edukatif dan senantiasa mengedepankan penghormatan terhadap hak-hak siswa.
“Jangan sampai MPLS justru menimbulkan rasa takut bagi anak-anak. Kegiatan ini harus menjadi pengalaman yang menyenangkan sehingga mereka merasa diterima dan nyaman berada di lingkungan sekolah,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Saeful menegaskan bahwa pihak sekolah memegang tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman sejak hari pertama masuk. Salah satu upayanya adalah dengan menanamkan budaya saling menghormati, menghargai setiap perbedaan, serta membangun hubungan yang harmonis antarsiswa, guru, maupun tenaga kependidikan.
Lebih lanjut, Saeful menilai bahwa pengenalan lingkungan sekolah tidak cukup jika hanya sebatas memperkenalkan tata letak fasilitas maupun aturan tata tertib. Lebih dari itu, momentum MPLS harus dimanfaatkan secara optimal untuk membangun karakter peserta didik melalui pembiasaan sikap disiplin, kepedulian terhadap sesama, dan rasa saling menghargai.
Menurutnya, pembentukan karakter anak didik akan berjalan jauh lebih efektif apabila didukung oleh iklim sekolah yang sehat, yang mencakup penguatan nilai-nilai spiritual dan keterlibatan aktif seluruh elemen warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga para orang tua di rumah.
Baca Juga: Bahas Iklim Investasi, Komisi B DPRD Bontang Pertanyakan Kembalinya Raperda Penanaman Modal
Ia sangat berharap agar seluruh institusi pendidikan di Bontang dapat menjadikan MPLS sebagai fondasi awal dalam membangun budaya sekolah yang inklusif, aman, dan nyaman, sehingga peserta didik baru dapat mengikuti proses pembelajaran dengan rasa percaya diri sejak hari pertama.
“Saya melihat konsep MPLS yang disusun pemerintah sudah cukup baik. Tinggal bagaimana sekolah mengimplementasikannya sehingga benar-benar memberi dampak positif bagi peserta didik,” katanya. (adv)