Pentingnya Keteladanan, Pelajar Muhammadiyah Didorong Bawa Dampak Positif bagi Masyarakat Luas

PD IPM Kota Bontang gelar PKMTM II dan PFP I (3-9 Juli 2026). Diikuti 30 peserta dari Kaltim hingga Yogyakarta untuk mencetak pemimpin pelajar yang berdampak.

M
Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Bontang resmi menggelar Pelatihan Kader Muda Taruna Melati II (PKMTM II) dan Pelatihan Fasilitator Pendamping I (PFP I).
Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Bontang resmi menggelar Pelatihan Kader Muda Taruna Melati II (PKMTM II) dan Pelatihan Fasilitator Pendamping I (PFP I). | Foto: Dok/Panitia

Portalbontang.com, Bontang - Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Bontang resmi menggelar kegiatan kaderisasi tingkat lanjut, yakni Pelatihan Kader Muda Taruna Melati II (PKMTM II) dan Pelatihan Fasilitator Pendamping I (PFP I). 

Mengusung tema "Ready to Lead, Ready to Impact", agenda yang berlangsung selama tujuh hari pada 3–9 Juli 2026 ini dibuka secara resmi di Gedung Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang, sementara rangkaian pelatihan dipusatkan di SD Muhammadiyah 1 Bontang.

Kegiatan kaderisasi ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai daerah, meliputi Kota Bontang, Kota Samarinda, Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Paser. Selain itu, turut hadir satu perwakilan dari Pimpinan Ranting IPM SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta.

Baca Juga: Tandai Milad ke-14, Sekolah Kreatif Muhammadiyah 2 Bontang Groundbreaking Asrama Ponpes Modern Kreatif MBS

Pembukaan acara ini dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Lukman, yang hadir mewakili Wali Kota Bontang. 

Dalam sambutannya, Lukman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan mendorong agar pelajar Muhammadiyah mampu menjadi generasi yang memberikan dampak nyata melalui karya serta pengabdian kepada masyarakat, seperti program edukasi dan pengabdian desa.

"Jadilah pelajar yang berdampak. Teruskan program-program edukasi yang telah dijalankan dan berikan kontribusi, bukan hanya di lingkungan Muhammadiyah, tetapi juga bagi masyarakat luas," pesannya saat membuka kegiatan.

Apresiasi senada juga datang dari Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bontang, Bustanul Arifin, yang hadir mewakili Ketua PDM Kota Bontang. Ia memuji komitmen dan keseriusan PD IPM Kota Bontang dalam membangun kader yang berkualitas dan berjejaring luas.

Baca Juga: IPM Bontang Gelar Musda IX, Sambut Era Baru dengan Kepemimpinan Baru

"Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena kaderisasi yang dilaksanakan PD IPM Kota Bontang mampu mempertemukan kader dari berbagai daerah. Kehadiran peserta dari lima daerah di Kalimantan Timur, ditambah satu kader aktif dari PR IPM SMA Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta, menunjukkan bahwa kaderisasi IPM terus tumbuh dan menjangkau lebih luas. Semoga kegiatan ini melahirkan kader-kader yang siap melanjutkan estafet perjuangan Muhammadiyah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) IPM Kalimantan Timur, Aidil, turut memberikan motivasi kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya meneladani filosofi kepemimpinan Ing ngarso sung tulodo, di mana seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi orang lain melalui sikap, akhlak, dan kontribusi nyata.

"Filosofi Ing ngarso sung tulodo harus menjadi pedoman pelajar hari ini, yaitu menjadi teladan yang baik dan memberikan dampak positif. Tema Ready to Lead, Ready to Impact yang diusung teman-teman PD IPM Kota Bontang sudah sangat konkret sebagai gambaran kepemimpinan yang diharapkan di masa depan. Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para kader mampu menjadi pemimpin yang bukan hanya menggerakkan organisasi, tetapi juga membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya," ungkap Aidil.

Baca Juga: PDM Bontang Gelar Muspimda 2026, Bahas Pengesahan Ranting Hingga Persiapan Muswil Kaltim

Dari pihak penyelenggara, Ketua PD IPM Kota Bontang, Muhammad Febriansyah, menegaskan bahwa PKMTM II dan PFP I bukan sekadar agenda organisasi rutin, melainkan proses pembentukan karakter kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. 

Mengutip Surah Ar-Ra'd ayat 11, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi pelaku perubahan yang berani belajar dan mengambil tanggung jawab, di mana kepemimpinan adalah soal pengabdian dan keteladanan dalam menghadirkan solusi.

"Ukuran seorang kader bukanlah seberapa lama ia menjabat, tetapi seberapa besar manfaat yang ia tinggalkan. Karena itu, melalui PKMTM II dan PFP I ini kami ingin melahirkan kader-kader IPM yang siap memimpin, siap mengabdi, dan siap memberikan dampak nyata di mana pun mereka berada," ujar Muhammad Febriansyah.

Selama pelatihan berlangsung, peserta akan mendapatkan berbagai materi, diskusi, praktik fasilitasi, penguatan kedisiplinan, kerja sama, dan penajaman kepekaan sosial, agar kelak mampu menggerakkan dakwah pelajar di daerahnya masing-masing. ***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu