PORTAL BONTANG – Pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI dalam rangka HUT Ke-79 Proklamasi Kemerdekaan RI yang digelar pada 16 Agustus 2024, Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraannya.
Dalam pidato ini, Presiden Jokowi, yang telah menjabat selama 10 tahun, bersama dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, mencerminkan capaian pembangunan yang signifikan di berbagai sektor serta menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan dan persatuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Berikut rangkuman isi pidato kenegaraan Presiden Jokowi yang dilansir Portalbontang.com situs Sekretariat Kabinet.
Baca Juga: AS, PBB, dan Negara-Negara Arab Kutuk Kunjungan Menteri Israel ke Kompleks Al-Aqsa
Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi yang Maju
Presiden Jokowi menegaskan bahwa selama satu dekade kepemimpinannya, pemerintah telah berhasil membangun fondasi infrastruktur yang kokoh dan Indonesia-sentris.
“Kita telah membangun 366 ribu kilometer jalan desa, 2.700 kilometer jalan tol, dan 43 bendungan baru,” ungkap Jokowi.
Infrastruktur ini bukan hanya memperkuat konektivitas nasional, tetapi juga berhasil menurunkan biaya logistik dari 24% menjadi 14% pada tahun 2023.
Baca Juga: WhatsApp Perluas Fitur Stiker, Hadirkan Integrasi GIPHY dan Pembuat Stiker Kustom di Android
Pembangunan ini juga berdampak pada peningkatan daya saing Indonesia di kancah global.
“Daya saing kita meningkat dari peringkat 44 menjadi 27 di tahun 2024,” kata Presiden.
Selain itu, ketangguhan Indonesia sebagai sebuah bangsa terbukti dari kemampuan bertahan dan tumbuh di tengah pandemi COVID-19, perubahan iklim, dan situasi geopolitik yang memanas.
Baca Juga: Versi Beta macOS Sequoia Rilis, Begini Cara Mencoba Apple Intelligence di Mac
Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil dan Berkelanjutan
Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan kebanggaannya atas capaian ekonomi Indonesia yang stabil dengan pertumbuhan ekonomi yang terjaga di kisaran 5% meskipun banyak negara lain mengalami perlambatan.
“Wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Maluku bahkan tumbuh di atas 6%, dan Maluku Utara tumbuh di atas 20%,” jelasnya.
Tak hanya itu, Indonesia juga berhasil mengendalikan inflasi di kisaran 2-3%, menurunkan angka kemiskinan ekstrem dari 6,1% menjadi 0,8%, dan mengurangi angka stunting dari 37% menjadi 21,5% pada tahun 2023.
Baca Juga: Pindahkan Foto dari Google Photos ke iCloud Photos dengan Mudah
Program perlindungan sosial seperti Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Program Keluarga Harapan disebut Jokowi telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia.
Kedaulatan dan Nilai Tambah Ekonomi Nasional
Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya nilai tambah ekonomi dengan tidak lagi mengekspor bahan mentah, melainkan mengolahnya di dalam negeri.
“Walaupun banyak negara lain menggugat, kita sebagai bangsa yang berdaulat tidak goyah, bahkan terus maju,” tegasnya.
Baca Juga: Tiga Tahun Bersama, Melangkah Menuju Masa Depan
Kebijakan ini telah membuka lebih dari 200 ribu lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan negara lebih dari Rp158 triliun.
Selain itu, Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia telah berhasil mengambil alih aset-aset strategis yang sebelumnya dikelola oleh pihak asing, seperti Freeport, Blok Rokan, dan Newmont.
“Ini adalah kekayaan negeri yang harus dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Baca Juga: Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2024: Pengumuman, Pendaftaran, dan Tahapan Lengkap
Langkah Menuju Transisi Energi dan Digitalisasi
Indonesia juga tidak ingin tertinggal dalam transisi energi global. Presiden Jokowi menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi hijau dengan kapasitas sekitar 3.600 GW dari berbagai sumber seperti air, angin, dan matahari.
“Kita terus konsisten mengambil bagian dalam langkah dunia melakukan transisi energi secara hati-hati dan bertahap,” katanya.
Di sektor digitalisasi, Jokowi memperkenalkan INA Digital, sebuah layanan digitalisasi pemerintah yang terintegrasi untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat.
Cakupan elektrifikasi yang mencapai 99% dan internet yang mencapai 79% pada tahun 2024, menjadi landasan kuat bagi pengembangan UMKM dan start-up di Indonesia.
Baca Juga: Cara Menggunakan Google Wallet untuk Menyimpan Kartu Kredit, Tiket Kereta, Identitas, dan Lainnya
Harapan dan Pesan untuk Presiden Terpilih
Menutup pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas dukungan dan kerja sama selama masa jabatannya.
Ia juga menyampaikan harapannya kepada Presiden Terpilih, Prabowo Subianto, yang akan memimpin Indonesia pada periode mendatang.
“Izinkan saya menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan ini kepada Bapak Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024,” ucapnya.
Baca Juga: Duel Ponsel Flagship: Apple iPhone 15 Pro vs Google Pixel 9 Pro
Dengan menggarisbawahi pentingnya persatuan dan kerja sama, Jokowi meyakini bahwa Indonesia akan mampu melompat lebih tinggi dan menggapai cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Dirgahayu Republik Indonesia! Dirgahayu Negeri Pancasila! Merdeka! Merdeka! Merdeka!” tutup Presiden Jokowi dengan semangat. ***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A