Ketua DPR RI Kritik Pemerintah soal E-Meterai di Seleksi CPNS 2024

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti masalah teknis dalam pembelian e-materai yang disediakan Peruri sebagai syarat seleksi CPNS 2024.

R
Ketua DPR RI Kritik Pemerintah soal E-Meterai di Seleksi CPNS 2024

PORTAL BONTANGKetua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti masalah teknis dalam pembelian e-materai yang disediakan oleh Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) sebagai syarat dalam proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Kami meminta Pemerintah untuk mempermudah persyaratan pendaftaran CPNS dan jangan sampai mempersulit masyarakat,” ujar Puan dalam keterangannya kepada Parlementaria di Jakarta, dilansir Portalbontang.com dari situs resmi DPR RI.

Masalah e-materai ini dianggap menghambat proses pendaftaran, terutama mengingat waktu pendaftaran CPNS yang sudah semakin dekat.

Baca Juga: Akmal Malik Sambut MTQ Nasional di Kaltim: Kami Bahagia Menjadi Tuan Rumah

Puan mengingatkan bahwa setiap instansi Pemerintah perlu memastikan kesiapan sistem digital yang dibutuhkan masyarakat.

“Jangan sampai masalah teknis ini membuat calon-calon SDM unggul kehilangan kesempatan. Kemudahan pendaftaran CPNS penting agar negara dapat menjaring sebanyak mungkin putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia sebagai calon ASN,” lanjut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Puan, yang merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI, berharap agar masalah serupa tidak terjadi lagi.

Oleh karena itu, ia mendukung evaluasi terhadap metode atau sistem pendaftaran CPNS.

Baca Juga: Mengulas Politik Dinasti dalam Pilkada 2024 di Indonesia

“Ini juga untuk memberikan keadilan bagi pelamar yang terdampak oleh gangguan sistem tersebut,” tegasnya.

Meskipun penggunaan e-materai dan materai tempel sudah diizinkan, Puan mengingatkan para pelamar untuk menghindari penggunaan materai palsu atau materai yang sudah pernah digunakan.

“Evaluasi terkait pendaftaran CPNS harus dimanfaatkan oleh pelamar dengan sebaik-baiknya,” imbau Puan.

Baca Juga: Perjalanan Timnas Indonesia yang Tampil Mengesankan di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Arab Saudi Terpukul di Pertandingan Perdana

Selain itu, Puan melihat digitalisasi dalam pendaftaran sebagai langkah positif di tengah kemajuan teknologi, namun ia menegaskan bahwa Pemerintah harus memastikan semua sistem sudah siap digunakan untuk meminimalisir masalah.

“Karena kendala teknis seperti ini sangat merugikan peserta dan masyarakat yang mungkin tidak memiliki akses internet yang mudah. Oleh karena itu, pengembangan sistem digitalisasi harus didukung oleh kesiapan yang matang,” tambahnya.

Menurut Puan, kesulitan dalam penggunaan e-materai bukan hanya masalah teknis, tetapi juga menciptakan ketidaknyamanan bagi pelamar.

“Transisi ke sistem digital tidak boleh setengah-setengah, dan harus dibarengi dengan infrastruktur yang memadai serta koordinasi yang baik antar lembaga terkait,” jelas Puan.

Baca Juga: Waspadai 'Karoshi', Fenomena Kerja Berlebihan di Jepang yang Menarik Perhatian Dunia: Indonesia Harus Siaga

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah perlu melakukan monitoring sistem secara berkala selama proses seleksi CPNS berlangsung, mengingat antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menjadi abdi negara.

“Seleksi CPNS ini bertujuan untuk menjaring sebanyak mungkin calon terbaik sebagai abdi negara. Oleh karena itu, sistem harus disiapkan dengan baik. Kami berharap proses seleksi CPNS berjalan lancar. Transparansi dan kredibilitas pelaksanaan seleksi juga harus dilakukan secara profesional agar aparatur negara diisi oleh SDM yang berkualitas,” tutup Puan. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu