Kilang Gas di Kawasan Industri Thailand Alami Kebakaran Besar, 1 Pekerja Tewas dan 4 Terluka

Kebakaran besar di Thailand yang terjadi di kilang gas ini baru dapat dikendalikan setelah api berkobar lebih dari enam jam.

R
Kilang Gas di Kawasan Industri Thailand Alami Kebakaran Besar, 1 Pekerja Tewas dan 4 Terluka

PORTAL BONTANG – Sebuah kebakaran besar melanda kilang gas di Kawasan Industri Mab Ta Phut di Thailand timur pada Kamis 9 Mei 2024.

Dilansir Portalbontang.com dari VOA Indonesia, Jumat 10 Mei 2024, kebakaran ini menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya.

Kebakaran yang terjadi di tangki penyimpanan gas ini baru dapat dikendalikan setelah lebih dari enam jam, dan petugas pemadam kebakaran memperkirakan proses pemadaman api sepenuhnya akan memakan waktu lebih dari 10 jam.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat, Berpegang Teguh pada Hukum Allah

Menurut departemen hubungan masyarakat provinsi Rayong, sekitar 400 pekerja dan warga sekitar dievakuasi ke tempat penampungan sementara.

Media lokal melaporkan asap hitam tebal dan kobaran api besar yang melahap tangki berwarna putih berkapasitas 2.500 meter kubik milik perusahaan Terminal Tangki Mab Ta Phut.

Perusahaan ini mengoperasikan pelabuhan komersial dan terminal penyimpanan produk petrokimia.

Baca Juga: Indonesia U-23 Tertinggal 0-1 dari Guinea di Babak Pertama Playoff Olimpiade Paris 2024

Pihak perusahaan menyatakan sedang menyelidiki penyebab kebakaran dan akan mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Mereka juga menyampaikan belasungkawa dan akan memberikan perawatan serta kompensasi kepada korban yang meninggal dan terluka. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu