PORTAL BONTANG – Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto, akan mengumpulkan para menteri Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, dalam sebuah pelatihan khusus pada 25-27 Oktober.
Pengamat dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES), Khairul Fahmi, menilai langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan disiplin dan ketangguhan para menteri.
“Ini adalah pendekatan yang menekankan disiplin, ketangguhan, serta strategi kepemimpinan yang responsif dalam menjalankan pemerintahan,” kata Fahmi saat diwawancarai di Jakarta, Senin 21 Oktober 2024.
Menurut Fahmi, pelatihan di lingkungan militer ini bertujuan untuk membentuk karakter kepemimpinan yang kuat dan efektif, agar para menteri dan wakilnya mampu menghadapi berbagai tantangan dalam pemerintahan selama lima tahun mendatang dengan lebih baik.
“Yang penting dipahami, pelatihan ini bukan untuk mengadopsi militerisme dalam pemerintahan, tetapi untuk membekali pejabat dengan keterampilan kepemimpinan yang lebih kokoh dan kemampuan dalam manajemen krisis,” jelas Fahmi.
Fahmi menambahkan, pelatihan ini akan fokus pada pengembangan karakter dan disiplin yang bisa diterapkan dalam konteks pemerintahan sipil.
“Prabowo ingin membentuk kabinet yang solid dan siap menghadapi tantangan, dengan pendekatan yang tegas namun tetap adaptif,” tuturnya.
Langkah ini, menurut Fahmi, berpotensi memperkuat pemerintahan Prabowo di masa depan agar lebih responsif dan efektif, dengan mengintegrasikan nilai-nilai disiplin militer tanpa mengabaikan demokrasi.
“Prabowo berkomitmen untuk menciptakan pemerintahan yang lebih siap dan tangguh menghadapi berbagai tantangan, sambil tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi,” tutupnya. ***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A