Peran Literasi Ilmiah di Era Digital dalam Penggunaan Obat dan Pemahaman Bahaya Kimia Rumah Tangga

Di tengah banjirnya informasi online, literasi ilmiah menjadi penting karena membantu kita memahami komposisi bahan kimia dan dampak kesehatannya.

M
Peran Literasi Ilmiah di Era Digital dalam Penggunaan Obat dan Pemahaman Bahaya Kimia Rumah Tangga

portalbontang.com – Sains sering dianggap sebagai sesuatu yang rumit dan hanya relevan bagi para peneliti atau kedokteran. Nyatanya, sains terlibat dalam hampir semua aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari memilih obat hingga mengelola bahan kimia di rumah.

Di tengah banjirnya informasi online, literasi ilmiah menjadi penting karena membantu kita memahami komposisi bahan kimia dan dampak kesehatannya. Tanpa itu, kita rentan percaya pada mitos kesehatan yang tidak berdasar, masyarakat mudah terjebak dalam kesalahpahaman atau keputusan yang tidak tepat.

Literasi ilmiah membantu kita memahami bagaimana obat bekerja di tubuh, seperti mekanisme kerja antibiotik atau efek samping obat. Kurangnya literasi ilmiah membuat individu rentan terhadap informasi kesehatan yang salah, seperti mitos tentang obat herbal (Ningsih & Rohaman, 2021).

Di era digital ini, informasi terkait kesehatan bisa tersebar dalam sekejap, kemampuan ini mencegah risiko overdosis atau penggunaan obat yang tidak tepat. Karena akses yang semakin mudah dan banyaknya informasi yang tersedia, kita bisa segera menemukan informasi tentang berbagai masalah kesehatan. Sehingga mampu mendapatkan sumber medis terkini, hasil riset terdepan, serta kemajuan di bidang kesehatan di seluruh dunia.

Hal ini membuka peluang yang lebih besar untuk berperan langsung dalam menjaga kesehatan diri sendiri serta anggota keluarga. tanpa perlu langsung berkonsultasi dengan tenaga medis (Kustiyanti, 2023).

Namun, perlu adanya pertimbangan dalam menerima informasi secara langsung tanpa verifikasi. Membaca informasi dari sumber terpercaya dapat menurunkan risiko berita hoaks dan meningkatkan literasi ilmiah. Kini, kita dihadapkan dengan berbagai macam konten kesehatan yang sering kali belum diverifikasi dengan benar.

Adanya penyebaran berita palsu (hoaks) atau opini yang tidak didasarkan pada fakta ilmiah dapat menimbulkan kebingungan dan mengarahkan masyarakat pada tindakan yang tidak sesuai atau bahkan berbahaya terhadap kesehatan mereka. Di era digital ini, aplikasi dan situs web dapat membantu, tetapi literasi ilmiah memastikan kita tidak bergantung pada informasi yang tidak terpercaya.

Pengembangan aplikasi di bidang kesehatan kini memungkinkan pasien untuk mengakses informasi kesehatan, mengelola penggunaan obat, dan berkomunikasi langsung dengan tenaga medis melalui platform digital. Teknologi ini juga mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efisien, misalnya melalui telemedicine, di mana pasien bisa berkomunikasi dengan dokter melalui chat atau videocall tanpa harus mendatangi fasilitas kesehatan.

Hal ini memberi kemudahan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah jauh dari fasilitas kesehatan sekaligus mengurangi risiko penyebaran hoaks (Hasyim, 2024). Contoh platform yang menyediakan layanan seperti ini antara lain: Halodoc, Alodokter, KlikDokter, dan masih banyak lagi.

Selain penggunaan obat, literasi ilmiah memainkan peran penting dalam memahami bahaya bahan kimia pada produk rumah tangga. Produk rumah tanga sudah jadi bagian penting dari rutinitas harian kita sehari-hari, tapi sayangnya, banyak yang mengandung bahan kimia berbahaya yang perlu kita waspadai dengan baik dan benar.

Pemahaman tentang identifikasi bahan-bahan ini sangat penting untuk menjaga keselamatan seluruh anggota keluarga. Berbagai produk pembersih, pengharum ruangan, pemutih, ataupun cairan pembunuh serangga yang sering ditemukan di rumah memiliki kandungan bahan kimia yang sebenarnya bisa membahayakan kesehatan jika tidak digunakan dengan tepat.

Untuk mengidentifikasi bahan kimia berbahaya dalam produk rumah tangga, kita perlu memperhatikan label peringatan dan simbol bahaya melalui simbol GHS (Globally Harmonized System) yang tertera pada kemasan. GHS merupakan sistem internasional untuk mengklasifikasikan dan memberi label bahaya pada bahan kimia agar mudah dipahami.

Simbol seperti tengkorak silang, api, atau tanda seru dalam segitiga mengindikasikan tingkat bahaya produk tersebut. Namun, banyak orang mengabaikannya karena kurangnya literasi dan rasa ingin tahu untuk memahami simbol tersebutu.

Pemahaman simbol GHS pada produk rumah tangga dapat mengurangi risiko kecelakaan tanpa harus membutuhkan ahli kimia, tetapi hanya sekitar 35% masyarakat yang familiar dengannya (Ningsih & Rohaman, 2021).

Padahal, pemahaman ini bisa mengurangi risiko kecelakaan tanpa perlu menjadi ahli kimia. Kasus kecelakaan rumah tangga seperti iritasi kulit akibat pemutih, luka bakar karena cairan pembersih oven, hingga sesak napas akibat mencampur cairan pembersih yang mengandung klorin, sering terjadi karena ketidaktahuan membaca label peringatan.

Literasi GHS juga penting dalam pencegahan paparan bahan kimia, seperti menggunakan alat pelindung diri sederhana contohnya masker dan sarung tangan, menyimpan produk berbahaya di tempat yang sesuai, aman, tertutup, serta ditempatkan di area yang tidak dapat dijangkau oleh anak maupun hewan peliharaan.

Kemudian, memastikan sikulasi udara yang baik saat menggunakan produk juga penting untuk mengurangi risiko menghirup uap berbahaya. Pemahaman dan penerapan langkah- langkah ini mencerminkan literasi ilmiah yang efektif di era digital, di mana informasi tentang keselamatan dapat diakses dengan mudah (Sardi, 2018).

Literasi ilmiah merupakan kemampuan penting yang membantu masyarakat memahami dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Di era digital, ketika informasi tersebar begitu cepat, literasi ilmiah berperan sebagai penyaring untuk memverifikasi informasi. Pemahaman tentang cara kerja obat, bahan kimia rumah tangga, serta simbol bahaya seperti GHS menjadikan seseorang lebih bijak dan aman dalam bertindak. Tanpa literasi ilmiah, masyarakat rentan terhadap hoaks kesehatan dan risiko kecelakaan akibat ketidaktahuan. ***

Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Sarjana (S1) Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman asal Bontang.

DAFTAR PUSTAKA

Hasyim, M. (2024). Tantangan dan Peluang Pendidikan Kesehatan di Era Digital: Membangun Kesadaran Kesehatan Online. Oshada, 1(2), 16-24. https://doi.org/10.62872/zjb3re50

Kustiyanti, S. A. (2023). Smart Hospital: Konsep, Implementasi, dan Tantangan. Transformasi Rumah Sakit Indonesia Menuju Era Masyarakat, 5(1), 16-161.

Ningsih, S. R., & Rohman, M. (2021). Literasi Sains dalam Kehidupan Sehari-Hari. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 9(2), 245–256.

Sardi, A. (2018). GHS: Keselamatan Berbicara Melalui Simbol. Bioscience, 2(1), 1-10. https://doi.org/10.24036/02018219843-0-00

***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu