Portalbontang.com, Bontang - Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Winardi, mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memperluas kolaborasi dengan pihak perguruan tinggi guna meningkatkan kapasitas laboratorium lingkungan yang dimiliki oleh pemerintah daerah.
Menurut Winardi, sinergi tersebut dapat mempercepat pengembangan layanan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kemampuan internal pemerintah daerah. Ia mengatakan, kerja sama dengan pihak akademisi dapat membuka akses terhadap tenaga ahli maupun pengembangan teknologi laboratorium.
Langkah strategis itu dinilai sangat penting agar laboratorium milik DLH mampu memberikan layanan yang maksimal dan memenuhi standar kebutuhan dunia industri atau perusahaan di wilayah Kota Bontang.
Baca Juga: Kurangi Ketergantungan Pupuk dan Gas, Winardi Dorong Bontang Kembangkan Industri Turunan FABA
“Kalau ada keterbatasan, libatkan saja perguruan tinggi melalui kerja sama. Saya kira ini bisa menjadi jalan supaya laboratorium kita berkembang lebih cepat dan mampu melayani kebutuhan perusahaan,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, kemitraan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas layanan laboratorium, tetapi juga berpotensi menciptakan hubungan yang saling menguntungkan secara berkelanjutan antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan.
“Kerja sama seperti ini pasti memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Kampus punya kompetensi, pemerintah punya fasilitas yang bisa dikembangkan bersama,” katanya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Bontang, Syakhruddin, menyampaikan bahwa pengembangan laboratorium lingkungan memang menjadi salah satu agenda prioritas yang saat ini tengah dipersiapkan oleh instansinya. Namun, ia mengakui bahwa optimalisasi layanan tersebut masih sangat membutuhkan dukungan kelengkapan sarana dan prasarana.
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang Winardi Minta Retribusi Bontang Kuala Biayai Kegiatan Budaya
Syakhruddin menjelaskan, secara kualifikasi tenaga laboratorium saat ini telah tersedia, tetapi kelengkapan peralatannya masih perlu ditingkatkan agar layanan pengujian lingkungan dapat dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku.
“Potensinya memang ada. Tinggal bagaimana kita melengkapi kebutuhan laboratorium agar pelayanan bisa berjalan maksimal,” ucapnya.
Lebih lanjut, pihaknya berharap agar usulan pemenuhan alat tersebut dapat menjadi perhatian bersama, khususnya dalam penyusunan anggaran, sehingga pengembangan laboratorium dapat segera direalisasikan.
“Kalau fasilitas telah memadai, laboratorium DLH tidak hanya memperkuat fungsi pengawasan lingkungan, tetapi juga berpeluang memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah melalui layanan pengujian,” tandasnya. (adv)