Portalbontang.com, Bontang - Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, mengingatkan pentingnya langkah strategis untuk menyiapkan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kota Taman.
Hal ini disuarakan agar Bontang tidak terus-menerus bergantung pada sektor industri pupuk dan gas yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian daerah.
Menurut Winardi, keberadaan industri berskala besar yang telah lama beroperasi di Bontang perlu dimanfaatkan secara optimal sebagai pemicu tumbuhnya sektor usaha baru. Sektor turunan ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi daerah.
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang Winardi Minta Retribusi Bontang Kuala Biayai Kegiatan Budaya
“Ke depan kita harus mulai memikirkan bagaimana ekonomi Bontang tidak hanya bertumpu pada industri yang ada sekarang. Harus ada sektor-sektor baru yang bisa berkembang dan menjadi penyangga ekonomi daerah,” ujarnya saat memaparkan pandangannya baru-baru ini.
Salah satu peluang yang layak dan sangat potensial untuk didorong adalah pengembangan industri turunan dari bahan hasil samping industri (limbah buangan).
Secara spesifik, Winardi menyoroti pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA). Material sisa pembakaran batu bara tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi untuk diolah menjadi bahan baku berbagai produk industri, seperti material konstruksi, apabila didukung oleh investasi dan teknologi yang memadai.
“Kita punya potensi bahan baku yang sebenarnya bisa dikembangkan menjadi usaha baru. Tinggal bagaimana peluang itu ditawarkan dan didukung dengan baik,” katanya.
Politikus dari PDI Perjuangan ini juga menyoroti pentingnya promosi investasi yang lebih terarah dan masif. Menurutnya, calon investor akan jauh lebih tertarik untuk masuk apabila pemerintah daerah mampu menyajikan peta potensi usaha yang jelas, beserta jaminan ketersediaan bahan bakunya.
Selain promosi, kepastian pasokan bahan baku yang diiringi dengan dukungan kemudahan regulasi dari pemerintah daerah menjadi faktor krusial dalam menarik minat penanam modal.
“Kalau potensi yang kita miliki bisa dikemas dengan baik dan ditawarkan kepada investor, saya yakin akan muncul industri-industri baru yang bisa memperkuat ekonomi Bontang,” pungkasnya. (adv)