Portalbontang.com, Bontang - Kebijakan penarikan retribusi di kawasan wisata Bontang Kuala diminta agar tidak hanya diorientasikan pada penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) semata, melainkan juga untuk pembangunan nonfisik.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, mendorong agar pendapatan dari retribusi tersebut dimanfaatkan untuk program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.
Selain untuk perbaikan infrastruktur fisik, ia menilai dana segar tersebut perlu diarahkan untuk mendukung kegiatan seni dan budaya yang dapat memperkuat daya tarik wisata daerah.
Baca Juga: Belum Akomodasi KMP dan MBG, Komisi B DPRD Bontang Minta Raperda Pengelolaan Aset Dirombak
Menurut Winardi, keberadaan retribusi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh publik sehingga kebijakan pemerintah tidak menuai resistensi dari masyarakat.
“Masyarakat harus memahami tujuan dari retribusi ini. Jangan sampai muncul anggapan bahwa pemerintah hanya ingin menarik pungutan, padahal yang diharapkan adalah manfaat yang kembali kepada masyarakat,” ujarnya saat memberikan keterangan pada Senin (8/6/2026).
Ia melihat bahwa kawasan Bontang Kuala memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan yang berbasis pada kearifan budaya.
Pemerintah dinilai perlu menghadirkan berbagai agenda seni yang secara langsung melibatkan pelaku kreatif dan seniman lokal.
Baca Juga: Sekretaris Komisi A DPRD Bontang Dorong Perluasan Akses Kejar Paket bagi Warga Putus Sekolah
“Kita punya banyak seniman dan pelaku seni yang perlu difasilitasi. Kalau ada pertunjukan budaya, pameran karya, atau kegiatan kreatif lainnya, pengunjung akan memiliki alasan lebih untuk datang dan menikmati Bontang Kuala,” katanya.
Politisi PDIP ini menyebutkan bahwa kegiatan semacam itu dapat menciptakan efek berantai (multiplier effect) terhadap perputaran roda perekonomian masyarakat setempat.
“Ketika pengunjung bertambah, pedagang ikut merasakan manfaatnya. Hotel, rumah makan, hingga UMKM juga akan mendapatkan dampak positif dari meningkatnya aktivitas wisata,” jelasnya.
Baca Juga: Tekan Kebocoran PAD, Ketua Komisi B DPRD Bontang Rustam Dorong Digitalisasi di Seluruh OPD
Selain menyoroti pemanfaatan retribusi untuk budaya, Winardi juga mengingatkan pentingnya memberikan penghargaan terhadap tokoh-tokoh yang berjasa bagi perkembangan Kota Bontang.
Kontribusi para tokoh sejarah tersebut dinilai perlu terus dikenalkan kepada generasi muda melalui berbagai bentuk penghormatan.
“Sejarah daerah tidak boleh dilupakan. Tokoh-tokoh yang memiliki peran besar dalam pembangunan Bontang sudah seharusnya mendapatkan apresiasi yang layak dari pemerintah,” tegas Winardi.
Ia menaruh harapan besar agar pengembangan Bontang Kuala ke depan mampu mengangkat nilai budaya, sejarah, dan potensi masyarakat lokal agar manfaatnya dirasakan secara luas.
“Kalau pembangunan, pariwisata, budaya, dan masyarakat bisa tumbuh bersama, maka tujuan dari kebijakan ini akan tercapai dengan baik,” pungkasnya. (adv)