PORTAL BONTANG – Calon Bupati (Cabup) Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menggelar diskusi bersama peternak kambing dan domba di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Rabu (13/11/2024) lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Ipuk mendapat apresiasi atas program yang telah ia jalankan selama masa jabatannya sebagai Bupati Banyuwangi.
Ketua kelompok peternak kambing dan domba Banyuwangi, Fajar Shodeiq, mengungkapkan bahwa Ipuk berkomitmen mengevaluasi program-program sebelumnya agar lebih selaras dengan kebutuhan peternak.
Baca Juga: Teaser Film 'Believe' Ungkap Perjuangan Prajurit TNI di Operasi Seroja 1975
“Ibu Ipuk menyampaikan pentingnya peran pemerintah Banyuwangi ke depan untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menyinergikan program dengan para peternak,” ujar Fajar, Kamis (14/11/2024).
Program Bantuan yang Berdampak Nyata
Salah satu program yang paling diingat oleh para peternak adalah bantuan 10 ekor kambing. Menurut Fajar, program ini berhasil dikembangkan menjadi 35 ekor oleh kelompok peternak di Banyuwangi.
“Iya, ada kelompok yang mengakui dampak besar dari program bantuan 10 kambing itu. Mereka merasa sangat terbantu,” jelas Fajar.
Baca Juga: Prediksi Skuad Indonesia vs Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kevin Diks Jadi Starter
Karena hasil positif tersebut, sejumlah kelompok peternak menyatakan dukungannya kepada Ipuk untuk kembali memimpin Banyuwangi.
“Kelompok peternak di Banyuwangi ada yang mendukung Bu Ipuk di Pilkada 2024, karena mereka melihat dampak nyata dari program itu,” imbuh Fajar.
Antusiasme Peternak pada Program Pelatihan
Selain bantuan kambing, program pelatihan yang diinisiasi Ipuk juga mendapat apresiasi.
Pelatihan seperti pengolahan kotoran hewan menjadi pupuk organik dan pengolahan bulu domba menjadi produk bernilai ekonomi dianggap memberikan peluang baru bagi peternak.
“Pelatihan seperti itu sangat bermanfaat. Bahkan ada juga pemeriksaan hewan gratis dan kontes ternak yang memotivasi peternak,” ungkap Fajar.
Digitalisasi dan Peningkatan SDM untuk Anak Muda
Ipuk juga menegaskan rencananya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi generasi muda, melalui digitalisasi.
“Peningkatan SDM penting, terutama untuk anak muda, agar mereka bisa terjun ke bisnis peternakan dengan memahami potensi pasar,” kata Fajar.
Baca Juga: Mendikdasmen Usulkan Kurikulum Baru: AI dan Coding untuk Siswa SD, Matematika di TK!
Digitalisasi di sektor pertanian dan peternakan, lanjut Fajar, menjadi langkah strategis yang akan diajarkan kepada peternak untuk memperkuat perekonomian Banyuwangi.
“Soal digitalisasi ini, anak-anak muda perlu belajar. Ini akan membantu mereka mengakses pasar dan meningkatkan ekonomi daerah,” tutupnya. ***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A