Setelah Salju Bersejarah, Arab Saudi Kini Dihantam Banjir Bandang, Warga Diminta Waspada Hingga Empat Hari

Banjir bandang melanda Arab Saudi usai fenomena salju bersejarah. Warga diimbau waspada hingga 4 hari ke depan akibat cuaca ekstrem.

R
Setelah Salju Bersejarah, Arab Saudi Kini Dihantam Banjir Bandang, Warga Diminta Waspada Hingga Empat Hari

PORTAL BONTANG – Curah hujan yang ekstrem telah menyebabkan banjir bandang di sejumlah wilayah Arab Saudi.

Setelah sebelumnya mencatat fenomena bersejarah berupa salju pertama di kawasan gurun, kini Arab Saudi menghadapi ancaman banjir bandang dan cuaca ekstrem hingga empat hari ke depan.

Menurut pengumuman yang dirilis pada Rabu, 8 Januari 2025, kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga Minggu, 12 Januari 2025.

Baca Juga: Diskominfo Kaltim Bahas Sinergi Komunikasi pada Talkshow Pesta Rakyat 2025

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi juga memperingatkan potensi angin kencang, petir, dan bahkan hujan es dalam periode tersebut.

Wilayah Terdampak

Beberapa kota besar seperti Mekah dan Madinah dilaporkan mengalami hujan deras, sementara banjir bandang melanda Jeddah, al-Baha, dan Provinsi Asir.

Mekah menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak, dengan video dan foto banjir yang viral di media sosial.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Dukung Penuh PWI Bontang Jadi Tuan Rumah Porwada Kaltim III

Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa, namun upaya penanganan banjir di kawasan yang jarang mengalami cuaca ekstrem ini menemui kendala.

Peringatan Cuaca Ekstrem

Pusat Meteorologi Nasional mengeluarkan peringatan level tinggi untuk wilayah Mekah, Madinah, serta wilayah timur Arab Saudi.

Baca Juga: China Pastikan Virus HMPV Tidak Bahaya Seperti COVID-19, Destinasi Wisata Tetap Aman

Sedangkan untuk Riyadh, Aseer, dan Jazan, tingkat kewaspadaan sedikit lebih rendah namun masyarakat tetap diminta berhati-hati.

Kesiapan Otoritas

Badan Bulan Sabit Merah Arab Saudi menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi potensi hujan lebat lanjutan.

Tim penyelamat telah disiagakan untuk memastikan pelayanan darurat seperti ambulans tetap berjalan tanpa hambatan.

Baca Juga: Tragedi di Batu: Ayah Kehilangan Istri dan Bayinya dalam Kecelakaan Maut Bus Pariwisata

Imbauan untuk Warga

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengikuti panduan keselamatan, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah berisiko tinggi.

Dinas Pertahanan Sipil juga meminta warga untuk menghindari daerah lembah, dataran rendah, serta lokasi rawan genangan air.

Fenomena Salju Pertama di Arab Saudi

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Kota Batu: Bus Pariwisata Alami Rem Blong, Tewaskan 4 Orang dan Tabrak 16 Kendaraan

Bencana ini terjadi hanya berselang beberapa bulan setelah salju pertama tercatat turun di Al-Jawf pada 5 November 2024.

Kejadian tersebut mengubah lanskap gurun menjadi hamparan salju yang luas, mencetak sejarah baru perubahan iklim di Arab Saudi.

Pada saat itu, otoritas cuaca telah memberikan peringatan terkait perubahan iklim ekstrem, meminta masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu