Terjawab Sudah! PSSI Ungkap Alasan Elkan Baggott Tolak Panggilan Timnas di Kualifikasi Piala Dunia

PSSI ungkap alasan Elkan Baggott absen bela Timnas di Kualifikasi Piala Dunia: pilih fokus klub Ipswich Town.

R

Portalbontang.com, Jakarta – Teka-teki mengenai absennya nama bek tengah Elkan Baggott dari daftar pemain Timnas Indonesia untuk laga krusial Kualifikasi Round 3 Piala Dunia 2026 Zona Asia akhirnya terjawab.

PSSI, melalui Anggota Komite Eksekutif (Exco) Arya Sinulingga, memberikan penjelasan resmi terkait keputusan tersebut yang tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.

Sebelumnya, pada rilis resmi PSSI, sebanyak 32 pemain telah dipanggil oleh pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, untuk menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali mulai 26 Mei 2025.

Baca Juga: Harkitnas 20 Mei 2025: Menggali Inspirasi dari 6 Tokoh Kebangkitan Nasional untuk Hadapi Tantangan Zaman

TC ini merupakan persiapan skuad Garuda menjelang dua pertandingan penting di Grup C: menjamu China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 5 Juni, dan bertandang menghadapi Jepang pada 10 Juni 2025.

Namun, nama Elkan Baggott, bek yang dimiliki klub Inggris Ipswich Town, kembali tidak tercantum.

Menanggapi spekulasi yang berkembang, Arya Sinulingga dalam siaran pers yang dikutip pada Selasa (20/5/2025) malam, membeberkan alasan di balik tidak dipanggilnya bek bertinggi badan 1,96 meter tersebut.

“Pertanyaan mengenai yang kini ramai diperbincangkan, terkait Elkan Baggott yang tidak dipanggil Timnas,” ujar Arya memulai penjelasannya.

Baca Juga: Harkitnas ke-117 di Bontang: Wawali Agus Haris Ajak Masyarakat Jawab Tantangan Zaman dengan Inovasi dan Persatuan

Menurut Arya, keputusan tersebut datang dari Elkan Baggott sendiri yang memilih untuk tidak memenuhi panggilan Timnas Indonesia kali ini.

Sang pemain, yang masa peminjamannya di Blackpool FC (klub divisi ketiga Liga Inggris musim 2024-2025) telah berakhir, menyatakan ingin lebih fokus pada persiapan bersama klub induknya, Ipswich Town.

“Elkan Baggott ini kita sudah lama kita tanya (kenapa tidak mau dipanggil Timnas). Dan dia mengatakan bahwa dia saat ini fokus untuk bersama klubnya,” ungkap Arya Sinulingga.

Baca Juga: Harkitnas 2025: Menggali Makna 'Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat' Songsong Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, Arya mengklaim bahwa PSSI telah berupaya menghubungi dan mengajak Elkan Baggott untuk kembali memperkuat skuad Garuda sejak beberapa waktu lalu.

Pemain keturunan Indonesia-Inggris ini terakhir kali berseragam Merah Putih pada laga resmi tanggal 28 Januari 2024.

Keputusan Elkan untuk fokus pada klubnya tetap dihormati oleh federasi, meskipun banyak pihak menyayangkan absennya sang pemain di laga sepenting kualifikasi Piala Dunia.

“Jadi, kita serahkan sepenuhnya kepada Elkan sebagai pemain, kita hargai, juga hormati (keputusannya),” terangnya.

Baca Juga: Aturan Baru Batasan Diskon Ongkir Jadi Sorotan, Bagaimana Nasib Promo Gratis Ongkir E-commerce?

“Elkan memang mau fokus bermain di klubnya. Walaupun mungkin lagi libur (kompetisi) dia memang hanya mau fokus di sana. Itu pilihannya dia,” tukas Arya.

Keputusan Elkan Baggott ini tentu menjadi sorotan, mengingat Ipswich Town, yang berkompetisi di EFL Championship (kasta kedua Liga Inggris), kemungkinan besar baru akan memulai persiapan pra-musim 2025-2026 pada akhir Juni atau awal Juli.

Namun, sebagai pemain profesional, Baggott dinilai memiliki pertimbangan sendiri terkait kariernya di level klub, terutama dalam usahanya menembus tim utama Ipswich Town.

Absennya Elkan menjadi tantangan tersendiri bagi lini pertahanan Timnas Indonesia yang akan menghadapi lawan-lawan berat sekelas China dan Jepang dalam upaya menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu