PORTAL BONTANG – Penelitian kecerdasan buatan baru yang diterbitkan oleh Apple mengungkapkan bahwa Apple telah menggunakan perangkat keras Google untuk membangun fondasi awal Apple Intelligence.
Makalah penelitian berjudul “Apple Intelligence Foundation Language Models” cukup teknis, dan merinci sumber yang sudah diketahui dari model bahasa inti dari teknologi baru perusahaan tersebut.
Namun, sebuah kutipan yang terkubur di dalam makalah tersebut mengisyaratkan bahwa Apple mungkin telah menggunakan perangkat keras Google dalam pengembangan awal, dilansir Portalbontang.com dari Apple Insider, Rabu 31 Juli 2024.
Baca Juga: Update Baru iOS 17.6, iPhone 14 Kini Bisa Kirim Pesan Darurat SOS via Satelit di Jepang
Dalam makalah tersebut, disebutkan bahwa Apple Foundation Model (AFM) dan teknologi server yang mendukungnya, awalnya dibangun di atas “cluster TPU v4 dan v5p Cloud” menggunakan perangkat lunak Apple.
Ada banyak informasi dalam penelitian tentang bagaimana hal itu dilakukan, dan sumber data apa yang mereka gunakan untuk melatih.
Laporan CNBC pada hari Senin menunjukkan bahwa Apple menyewa waktu di cluster yang dihosting Google yang ada, tetapi penelitian tidak secara langsung mendukung itu, atau tidak mengatakan apa pun tentang Google atau Nvidia sama sekali.
Kemungkinan yang lebih besar adalah Apple membeli perangkat keras secara langsung dari perusahaan, dan menggunakannya di pusat data sendiri.
Baca Juga: BMW Astra Used Car, Mitos Resale Value Mobil Bekas Eropa Terbantahkan
Pelatihan awal model yang dilakukan pada perangkat keras yang dirancang Google pada akhirnya tidak berarti banyak dalam jangka panjang.
Apple dikatakan memiliki perangkat keras sendiri yang berasal dari Apple Silicon di pusat datanya untuk memproses permintaan Apple Intelligence.
Dikenal sebagai “Project ACDC,” Apple dilaporkan berencana untuk mengoptimalkan aplikasi AI dalam pusat datanya.
Baca Juga: Setyo Sukarno Bertemu Perwakilan Pengurus JPP Promedia, Pastikan Maju Calon Bupati Wonogiri
Apple secara signifikan meningkatkan investasinya di sektor kecerdasan buatan, berencana mengalokasikan lebih dari $5 miliar untuk peningkatan server AI selama dua tahun ke depan.
Perusahaan bertujuan untuk menyamai kemampuan teknologi para pemimpin industri seperti Microsoft dan Meta dengan memperoleh puluhan ribu unit server AI, kemungkinan didorong oleh Project ACDC.
Apple juga telah mengakuisisi perusahaan di Kanada dan Prancis yang keduanya bekerja pada kompresi data yang digunakan dalam permintaan AI ke pusat data. ***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A