Portalbontang.com, Bontang - Prosedur keamanan dan keselamatan merupakan harga mati dalam setiap misi penjelajahan di luar angkasa.
Penerapan standar tinggi ini ditunjukkan oleh NASA saat menyeleksi perangkat keras yang akan dibawa oleh astronaut.
Menariknya, lembaga tersebut baru saja meloloskan gawai komersial iPhone 17 Pro Max untuk terbang ke orbit.
Baca Juga: Peran Guru Jadi Kunci Sukses Daur Ulang di SMPN 5 Bontang
Kehadiran ponsel pintar tersebut akan menjadi salah satu fasilitas dokumentasi bagi kru dalam Misi Artemis II.
Proses evaluasi perangkat ini diketahui memakan waktu yang lama karena harus melewati empat fase pemeriksaan ketat.
Terkait hal tersebut, asisten profesor riset dari BioServe Space Technologies, Tobias Niederwieser, memberikan penjelasannya.
Ia menjelaskan, "Prosesnya cukup rumit dan panjang," karena melibatkan panel keselamatan tingkat tinggi.
Baca Juga: Kreativitas Siswa SMPN 5 Bontang Diuji Lewat Eksperimen Plastik Biodegradable
Fokus utama dari pengujian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya dari material kaca yang mudah pecah.
Pecahan kaca di ruang hampa gravitasi tidak akan jatuh ke lantai, melainkan melayang liar di udara.
Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan fisik astronaut karena serpihan dapat mengenai wajah atau mata mereka.
Risiko lainnya adalah pecahan gawai dapat menyusup ke sela-sela peralatan dan memicu kegagalan sistem operasional.
Pengujian berulang juga dilakukan untuk memastikan ketahanan perangkat terhadap paparan radiasi kosmik di orbit.
Meski dinyatakan layak terbang, ponsel buatan Apple ini tidak akan difungsikan untuk kendali sistem yang vital.
Penggunaannya dibatasi murni untuk fotografi, tanpa diizinkan mengaktifkan fitur konektivitas seperti internet dan Bluetooth. ***