Portalbontang.com, Bontang - Kondisi lingkungan pesisir yang kerap terdampak rob tidak menyurutkan langkah SDN 001 Bontang Utara dalam menjalankan program Adiwiyata. Justru, kondisi tersebut melahirkan berbagai inovasi yang unik dan adaptif.
Sekolah dituntut untuk menyesuaikan program dengan kondisi alam agar tetap relevan dan dapat berjalan secara optimal.
Kepala Sekolah Langgeng Suprantoro menjelaskan bahwa tidak semua tanaman dapat tumbuh di lingkungan pesisir, sehingga diperlukan solusi alternatif.
Baca Juga: Permudah Akses Pendidikan, SPMB 2026 TK Bontang Prioritaskan Usia dan Domisili
Ia menyebut bahwa penggunaan pot menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk tetap menjalankan program penghijauan.
“Tanaman yang tidak bisa tumbuh di laut, kita pakai pot, walaupun memang agak ribet,” ungkapnya, Rabu (22/4/2026).
Selain itu, sekolah juga memilih jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Pendekatan ini dilakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap alam, bukan perlawanan terhadap kondisi yang ada.
Baca Juga: Pertahanan Solid Jadi Senjata Disdikbud Football Club di Dispopar Cup
Langgeng menekankan bahwa prinsip utama yang diterapkan adalah berdamai dengan alam.
Hal ini juga menjadi pembelajaran penting bagi siswa dalam memahami lingkungan sekitar.
“Yang penting kita cari solusi supaya program tetap jalan sesuai kondisi di sini,” tuturnya. (adv)