Portalbontang.com, Bontang - SMPN 4 Bontang memastikan seluruh peserta didik mendapatkan hak pembelajaran agama sesuai keyakinan masing-masing, meskipun menghadapi keterbatasan tenaga pengajar di beberapa bidang.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mangara Herry Andersen, mengatakan sekolah berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan secara adil bagi seluruh siswa tanpa membedakan latar belakang agama.
Ia mengungkapkan, untuk siswa beragama Hindu, sekolah masih mengalami keterbatasan sumber daya manusia karena belum memiliki guru agama Hindu internal.
Baca Juga: Jalur Prestasi dan Afirmasi Jadi Favorit di SMPN 4 Bontang
Namun demikian, proses pembelajaran tetap berjalan dengan bantuan tenaga pengajar dari luar sekolah.
“Kami meminta bantuan guru agama Hindu di Bontang untuk membantu materi pembelajaran maupun penyusunan soal,” katanya, Senin (18/5/2026).
Meski dilakukan secara eksternal, sekolah tetap menyediakan fasilitas belajar khusus agar siswa Hindu dapat mengikuti pelajaran agama dengan nyaman.
Baca Juga: SMPN 4 Bontang Tanamkan Tanggung Jawab Lingkungan Sejak Dini
Ruang perpustakaan sementara dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan pembelajaran.
Selain itu, siswa Kristen dan Katolik juga memperoleh dukungan penuh dalam menjalankan aktivitas keagamaan.
Pada perayaan Natal dan Paskah lalu, sekolah memfasilitasi kegiatan ibadah bersama yang diikuti ratusan siswa.
Baca Juga: Guru dan Siswa SMPN 4 Bontang Kompak Jaga Kebersihan Sekolah
Sementara bagi siswa muslim, pembinaan keagamaan rutin dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk edukasi menjelang Hari Raya Iduladha terkait makna kurban dan nilai berbagi.
Herry menilai pendidikan agama memiliki peran penting dalam pembentukan karakter siswa. Karena itu, sekolah berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang menghargai keberagaman dan memperkuat nilai moral peserta didik.
“Tujuan kami bukan hanya mencetak siswa yang pintar, tetapi juga memiliki akhlak yang baik,” jelasnya. (adv)