Jangan Asal Beli! Ini Ciri-Ciri Hewan Kurban Sehat dan Bebas Penyakit Menurut Dinkes Kaltim

Plt Kabid Kesmavet Dinkes Kaltim mengimbau warga teliti memilih hewan kurban. Pastikan ternak memiliki SKKH, fisik sehat, dan cukup umur.

M
Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dan teliti sebelum membeli hewan kurban.
Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dan teliti sebelum membeli hewan kurban. | Foto: Ilustrasi/Freepik

Portalbontang.com, Bontang - Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dan teliti sebelum membeli hewan kurban.

Ternak yang layak untuk disembelih harus dipastikan dalam kondisi sehat, tidak cacat, tidak terlalu kurus, dan telah cukup umur.

Imbauan ini ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Dyah Anggraini.

Baca Juga: Syarat IPK Turun Jadi 3,00! Pendaftaran Bantuan UKT Mahasiswa Bontang Buka Hingga 10 Juni 2026

Berbicara secara virtual pada Selasa (19/5/2026), Dyah menyoroti pentingnya kejelian pengurus masjid maupun pembeli sebelum melakukan transaksi.

"Salah satu hal penting yang perlu dipastikan adalah hewan telah memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)," ungkap Dyah dalam acara edukasi jaminan hewan kurban di Kaltim tersebut.

Selain memastikan dokumen administrasi, kondisi fisik sapi, kambing, maupun domba juga harus diperiksa secara langsung dari dekat.

Hewan ternak yang bugar umumnya tidak menunjukkan tanda-tanda sakit, seperti mata yang berair atau dipenuhi kotoran.

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Bontang Rampungkan 6 Titik

Pembeli juga bisa mengecek bagian hidung hewan yang seharusnya tampak lembap dan tidak dalam kondisi kering.

Cara berjalan hewan tidak boleh luput dari perhatian guna memastikan tidak adanya gejala kepincangan atau kecacatan fisik.

Selain itu, kondisi bulu ternak yang sehat biasanya terlihat sangat halus dan mengkilap, bukan tampak kusam.

Baca Juga: Diwarnai Suasana Haru, Wawali Agus Haris Lepas 112 Jamaah Haji Bontang ke Tanah Suci

Dyah juga menyarankan para pembeli untuk memeriksa bagian belakang tubuh ternak yang sedang diincar.

Jika area tersebut terlihat terlalu kotor, hal itu bisa menjadi pertanda bahwa ternak yang bersangkutan sedang mengalami diare.

Untuk memastikan hewan telah cukup umur sesuai ketentuan, masyarakat dapat melakukan pemeriksaan sederhana pada bagian giginya.

Pada sapi, pergantian sepasang gigi seri permanen bisa menjadi penanda valid bahwa hewan tersebut telah mencapai usia lebih dari dua tahun.

Baca Juga: Mentan Amran Lepas Ekspor Perdana Pupuk Urea PKT ke Australia, Tembus Rp7 Triliun, Selanjutnya India, Filipina, Brazil, dan Bangladesh

“Hewan kurban yang sehat akan menghasilkan daging yang sehat pula," tegas Dyah mengingatkan masyarakat.

Sebaliknya, hewan yang tidak terjamin kesehatannya berisiko tinggi menghasilkan daging yang tidak aman, tidak utuh, serta menyalahi aspek kehalalan. ***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A
Sumber: Diskominfo Kaltim

Menu