Usai Libur Lebaran, Pasien RSUD Kanujoso Melonjak 40 Persen, Gubernur Kaltim Langsung Sidak Pelayanan

Pasca libur Idulfitri 1447 H, pasien RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan melonjak hingga 40 persen. Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud sidak langsung soroti antrean BPJS.

M
Gubernur Rudy memimpin inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan fasilitas medis siap menampung lonjakan pasien pasca Lebaran di RSUD Kanujoso Balikpapan.
Gubernur Rudy memimpin inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan fasilitas medis siap menampung lonjakan pasien pasca Lebaran di RSUD Kanujoso Balikpapan. | Foto: Adding/Instagram @beritapemprovkaltim

Portalbontang.com, Balikpapan - Berakhirnya masa libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah rupanya diiringi dengan peningkatan tajam jumlah masyarakat yang membutuhkan layanan medis.

Lonjakan drastis jumlah pasien ini terlihat jelas di rumah sakit rujukan utama wilayah Balikpapan, yakni RSUD Kanujoso Djatiwibowo.

Berdasarkan data di lapangan, lonjakan warga yang berobat ke fasilitas kesehatan milik pemerintah tersebut bahkan menyentuh angka 40 persen.

Baca Juga: Libur Lebaran Usai, ASN Bontang Langsung Kena Sidak Wali Kota

Merespons kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, langsung mengambil langkah cepat pada hari Rabu (25/3/2026).

Gubernur Rudy memimpin inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan fasilitas medis siap menampung lonjakan pasien pasca Lebaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Ahmad Jais, memberikan laporan rinci terkait situasi kepadatan di rumah sakit.

“Terjadi kenaikan pasien sekitar 30 hingga 40 persen setelah Lebaran. Hal ini cukup signifikan, terutama pada layanan rawat jalan dan rujukan,” bebernya.

Baca Juga: Idulfitri 2026: Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir Serukan Persaudaraan Melintas Batas

Tingginya volume pasien ini otomatis memicu masalah baru, yakni mengularnya antrean di berbagai loket pelayanan rumah sakit.

Antrean yang paling disorot oleh jajaran pemerintah daerah adalah penumpukan pasien yang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.

Melihat situasi ini, Gubernur Rudy Mas'ud menegaskan bahwa manajemen rumah sakit harus segera mengevaluasi sistem antrean agar tidak merugikan warga.

Baca Juga: Bangun Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia, Pupuk Kaltim Targetkan Pangkas Impor Hingga Rp1 Triliun

“Keluhan masyarakat terkait antrean pasien BPJS masih menjadi catatan. Ini yang perlu kita benahi agar pelayanan tetap cepat dan optimal,” ujarnya.

Di sela-sela memantau antrean, rombongan Gubernur juga mengecek kesiapan berbagai fasilitas penunjang di area publik rumah sakit.

Gubernur memastikan langsung bahwa pendingin ruangan (AC) di ruang tunggu berfungsi maksimal demi kenyamanan keluarga pasien.

Langkah proaktif Pemprov Kaltim ini menjadi bukti komitmen kuat dalam menjaga standar kualitas pelayanan kesehatan di masa krusial. ***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A
Sumber: Instagram @beritapemprovkaltim

Menu