Portalbontang.com, Aceh – Duka mendalam menyelimuti Provinsi Aceh. Bencana banjir bandang yang menerjang sejak awal pekan ini meninggalkan jejak kehancuran masif.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, menggambarkan situasi ini sebagai tragedi yang mencekam, bahkan menyamakannya dengan peristiwa kelam 2004 silam.
Dalam Apel Tim Recovery Bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Mualem mengungkapkan fakta mengejutkan: empat kampung dilaporkan hilang tersapu air bah. Wilayah yang terdampak parah meliputi daerah Sawang, Jambo Aye di Aceh Utara, hingga Peusangan di Bireuen.
“Malam itu, 4 kampung hilang entah ke mana, jadi Aceh sekarang seperti tsunami kedua,” ungkap Mualem dengan nada prihatin, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (1/12/2025).
Akses Darat Putus, Jembatan Bailey Dikebut
Bencana ini melumpuhkan setidaknya 18 titik di kabupaten/kota se-Aceh. Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang menjadi wilayah yang sulit diakses karena jalur darat terputus.
Merespons kondisi darurat ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyatakan pemerintah bergerak cepat memulihkan konektivitas. Pembangunan Jembatan Bailey penghubung Bireuen-Aceh Utara kini tengah dikebut pengerjaannya.
“Konektivitas Bireuen-Aceh Utara sudah mendapatkan solusi. Pembangunan jembatan Bailey hari ini sudah mulai dikerjakan. Targetnya tiga hari selesai dan bisa dilalui,” tegas Nasir.
Mualem pun menekankan bahwa tidak boleh ada jeda dalam penanganan bencana. “Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak. Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan,” tegas Gubernur.
Momen Dramatis Evakuasi Kapolda Aceh
Di tengah upaya pemulihan, aksi heroik penyelamatan juga terekam di lapangan. Melansir Tribratanews Polda Aceh, Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah bersama tim gabungan harus menyeberangi arus deras Sungai Tingkeum di Kutablang, Bireuen, untuk menembus isolasi menuju Aceh Utara dan Lhokseumawe.
Momen memilukan terjadi saat proses evakuasi. Warga yang telah terjebak selama berhari-hari berteriak meminta pertolongan kepada aparat kepolisian.
“Bapak Kapolda, kami sudah lima hari terjebak di sini, tolong kami,” pinta seorang ibu dengan suara parau.
Tim penyelamat akhirnya berhasil mengevakuasi warga yang terjebak di wilayah terisolasi tersebut. Hingga Senin (1/12/2025), distribusi logistik terus diupayakan baik melalui jalur darat yang mulai terbuka maupun jalur udara untuk menjangkau titik-titik tersulit. ***