PAD Bontang Tembus Rp400 Miliar, Fraksi Golkar Dorong Optimalisasi Pendapatan Daerah di 2026

Fraksi Golkar DPRD Bontang mengapresiasi capaian PAD 2025 yang tembus Rp400 miliar. Rustam meminta tiap rupiah APBD memberi nilai tambah bagi warga.

L
Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bontang, Rustam (Baju Putih).
Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bontang, Rustam (Baju Putih). | Foto: Lia/Portalbontang.com

Portalbontang.com, Bontang - Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bontang menyoroti capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 yang berhasil melampaui target.

Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif terhadap kemampuan daerah dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang dimiliki.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bontang, Rustam, saat membacakan pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna pada Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: Pansus RTRW DPRD Bontang Soroti Legalitas HGB Kawasan Wanatirta, Joni Alla Padang Minta Verifikasi Ketat

Berdasarkan laporan pertanggungjawaban APBD 2025, target PAD awalnya ditetapkan sebesar Rp384 miliar lebih. Namun hingga akhir tahun anggaran, realisasinya menembus lebih dari Rp400 miliar atau sekitar 104 persen dari target yang ditentukan.

Menurut Rustam, keberhasilan melampaui target PAD ini patut diapresiasi karena menjadi salah satu penopang penting bagi keberlangsungan pembangunan daerah.

“Pencapaian ini menunjukkan upaya peningkatan pendapatan daerah berjalan cukup baik. Ke depan, potensi yang ada perlu terus digali agar kontribusinya terhadap pembangunan semakin besar,” ujarnya.

Optimalisasi seluruh komponen PAD seperti pajak, retribusi, dan hasil kekayaan daerah dinilai penting untuk memperkuat kapasitas fiskal.

Baca Juga: Bahas Iklim Investasi, Komisi B DPRD Bontang Pertanyakan Kembalinya Raperda Penanaman Modal

Selain capaian PAD, Fraksi Golkar juga mencermati realisasi pendapatan daerah secara keseluruhan yang mencapai Rp2,84 triliun atau sekitar 98,49 persen dari target sebesar Rp2,89 triliun. Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp2,95 triliun atau sekitar 93,01 persen dari total anggaran yang dialokasikan.

Kinerja keuangan tersebut turut diperkuat dengan keberhasilan Pemerintah Kota Bontang mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang Winardi Minta Retribusi Bontang Kuala Biayai Kegiatan Budaya

Fraksi Golkar juga memberikan apresiasi atas berbagai capaian pembangunan yang ditunjukkan melalui pengendalian angka kemiskinan dan penurunan tingkat pengangguran terbuka di Bontang. Hal ini mencerminkan program pemerintah mulai memberikan dampak pada kesejahteraan warga.

Di akhir pandangannya, Rustam meminta pemerintah daerah tidak berpuas diri dan harus terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di tahun mendatang.

“Target berikutnya bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi memastikan setiap rupiah yang dikelola benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kota Bontang,” pungkasnya. (adv)

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu