Deteksi Penyakit Sejak Dini, Pemkot Bontang Gelar Skrining Kesehatan ASN: Cek Gula Darah hingga Kesehatan Gigi

Pemkot Bontang gelar skrining kesehatan ASN untuk deteksi dini penyakit. Pemeriksaan mencakup gula darah, kolesterol, dan kesehatan gigi.

R
Deteksi Penyakit Sejak Dini, Pemkot Bontang Gelar Skrining Kesehatan ASN: Cek Gula Darah hingga Kesehatan Gigi

Portalbontang.com, Bontang – Pemkot Bontang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja.

Melalui kegiatan Skrining Kesehatan Pegawai, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bontang menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh pada Rabu pagi, 30 April 2025, di Auditorium Setda Bontang.

Program ini bertujuan untuk mendeteksi sejak dini risiko penyakit sekaligus menjaga kebugaran para pegawai agar pelayanan publik tetap maksimal.

Baca Juga: Menkes Budi Ungkap Pendidikan Dokter Spesialis Masih Elit: Kalau Bukan Orang Kaya, Sulit Bertahan

Pemeriksaan dilaksanakan oleh tim medis dari Puskesmas Bontang Utara 2, mencakup sejumlah indikator kesehatan penting seperti tekanan darah, tinggi dan berat badan, lingkar perut, kadar gula darah, kolesterol, kondisi mata, dan kesehatan gigi.

Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dan tertib, dengan partisipasi aktif dari para pegawai.

“Dengan adanya skrining ini, diharapkan kondisi kesehatan pegawai dapat terpantau secara berkala sehingga produktivitas dan pelayanan publik tetap optimal,” ujar Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati, dalam imbauan resminya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang digulirkan oleh Pemerintah Kota Bontang selama April 2025, berdasarkan Instruksi Wali Kota Bontang Nomor 100.3.4.3/585/DINKES/2025.

Baca Juga: Presiden Prabowo Gelar Town Hall Danantara Tertutup: Tegur Direksi dan Ultimatum Antikorupsi

Program menyasar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) secara bergiliran, bekerja sama dengan puskesmas dan klinik pegawai setempat.

Surat edaran bernomor 400.7.1/614/DINKES/2025 yang diterbitkan pada 17 April 2025 menegaskan pentingnya keikutsertaan aktif seluruh OPD dalam menyukseskan skrining tersebut.

Sebagai catatan, program deteksi dini seperti ini sangat relevan dengan data Kementerian Kesehatan RI yang menyebutkan bahwa lebih dari 60 persen penyakit tidak menular di Indonesia seperti hipertensi dan diabetes ditemukan secara kebetulan saat pemeriksaan rutin, dan sering tidak menunjukkan gejala awal. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu