Fraksi Gerindra DPRD Bontang Dorong Pemkot Perkuat PAD, Kurangi Ketergantungan Dana Transfer

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bontang, Sem Nalpa Mario Guling, mendorong Pemkot memperkuat PAD untuk mengurangi ketergantungan dana transfer pusat pada APBD 2025.

L
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bontang, Sem Nalpa Mario Guling saat menyerahkan pandangan umum fraksinya.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bontang, Sem Nalpa Mario Guling saat menyerahkan pandangan umum fraksinya. | Foto: Lia/Portalbontang.com

Portalbontang.com, Bontang - Fraksi Gerindra DPRD Kota Bontang secara tegas mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk lebih agresif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini dinilai sangat krusial guna mengurangi ketergantungan daerah terhadap alokasi dana transfer dari pemerintah pusat.

Dorongan strategis tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bontang, Sem Nalpa Mario Guling, saat membacakan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Menurut Sem, meskipun realisasi pendapatan daerah pada tahun 2025 tercatat sangat baik, yakni mencapai 98,49 persen dari target yang ditetapkan, struktur pendapatan daerah masih menunjukkan dominasi dana transfer dibandingkan dengan kontribusi murni dari PAD.

Baca Juga: Pansus RTRW DPRD Bontang Soroti Legalitas HGB Kawasan Wanatirta, Joni Alla Padang Minta Verifikasi Ketat

“Pencapaian pemerintah sebesar 98,49 persen pada aspek pendapatan daerah dari yang ditargetkan patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Namun demikian, politikus Gerindra ini menilai bahwa peningkatan pendapatan daerah ke depan mutlak harus dibarengi dengan strategi untuk memperbesar sumber-sumber PAD, agar kemampuan fiskal daerah menjadi jauh lebih mandiri dan kuat.

“Yang menjadi perhatian kita bersama adalah selisih antara pendapatan asli daerah dan pendapatan transfer yang masih cukup besar. Ini menunjukkan bahwa tantangan untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah masih harus terus diupayakan,” katanya.

Fraksi Gerindra memandang penguatan PAD penting dilakukan agar roda pembangunan daerah tidak terlalu bergantung pada kebijakan maupun fluktuasi alokasi anggaran dari pemerintah pusat. Optimalisasi pada sektor pajak daerah, retribusi, hingga pengelolaan aset dinilai menjadi peluang emas yang perlu dimaksimalkan oleh Pemkot.

Baca Juga: Bahas Iklim Investasi, Komisi B DPRD Bontang Pertanyakan Kembalinya Raperda Penanaman Modal

Di sisi lain, Sem juga memberikan apresiasi terhadap realisasi belanja daerah yang sukses menyentuh angka 93,1 persen dari target. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam menjalankan program dan kegiatan yang telah direncanakan selama tahun anggaran berjalan.

Selain kinerja anggaran, Fraksi Gerindra turut mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kota Bontang dalam mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 12 tahun berturut-turut.

“Prestasi ini tentu patut disyukuri, tetapi juga harus menjadi motivasi untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah ke depan,” tutupnya. (adv)

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu