Portalbontang.com, Jakarta – Memperingati Hari Buruh Nasional 2025, Indonesia Financial Group (IFG) menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan karyawan dengan menghadirkan fasilitas penitipan anak (day care) ramah anak.
Inisiatif ini dirancang untuk mendukung keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi (work-life balance), terutama bagi karyawan yang memiliki anak balita.
Fasilitas ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi para pegawai IFG, tetapi juga mencerminkan langkah nyata perusahaan dalam mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) nasional serta peran perempuan dalam dunia kerja.
Upaya tersebut turut sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita yang menekankan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
“Kami percaya bahwa karyawan yang bahagia dan seimbang akan memberikan kontribusi maksimal bagi perusahaan,” ujar Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adjie, dalam keterangan resminya.
Denny menjelaskan bahwa IFG memberikan fleksibilitas kepada setiap karyawan untuk memilih layanan penitipan anak yang sesuai dengan kebutuhan keluarga masing-masing.
Skema ini memungkinkan para orang tua tetap menjalankan peran pengasuhan secara optimal, tanpa mengorbankan produktivitas kerja.
Baca Juga: Viral! Dedi Mulyadi Kirim Siswa Tawuran ke Barak Militer: Sudah Masuk Mobil Kostrad
“Melalui fasilitas day care ini, kami ingin menunjukkan bahwa IFG tidak hanya peduli pada kinerja, tetapi juga pada kualitas hidup keluarga besar IFG,” lanjutnya.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang IFG dalam menciptakan tempat kerja yang inklusif dan setara.
Dengan dukungan ini, IFG berupaya memastikan baik ayah maupun ibu tetap dapat berkembang dalam karier tanpa harus mengorbankan peran penting sebagai orang tua.
Baca Juga: Prabowo Lepas Baju di Panggung May Day 2025, Serukan Selamatkan Kekayaan Rakyat untuk Buruh
Sebagai holding BUMN yang membawahi berbagai perusahaan asuransi dan penjaminan, IFG berharap langkah tersebut dapat menginspirasi pelaku industri lainnya untuk mengadopsi kebijakan kerja yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Di tengah isu tingginya beban kerja dan burnout di kalangan profesional, pendekatan seperti ini menjadi penting untuk mendukung produktivitas jangka panjang.
Menurut data World Economic Forum 2024, work-life balance menjadi salah satu indikator utama dalam meningkatkan retensi karyawan dan daya saing perusahaan di tengah tantangan ekonomi global.
Dengan hadirnya fasilitas seperti ini, IFG menempatkan diri sebagai pelopor perusahaan yang tak hanya mengejar kinerja, namun juga memperhatikan kualitas hidup sumber daya manusianya. ***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A