PORTAL BONTANG – Kantor pusat Badan Bantuan PBB untuk Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur dibakar oleh orang tak dikenal, memaksa badan tersebut menutup kompleksnya demi keamanan staf.
Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, mengutuk keras serangan ini, menyebutnya sebagai “perkembangan yang keterlaluan” dan “membahayakan nyawa staf PBB.”
Ini adalah serangan kedua terhadap kantor UNRWA di Yerusalem Timur dalam waktu kurang dari sepekan, dilansir Portalbontang.com dari VOA Indonesia, Sabtu 11 Mei 2024.
Baca Juga: Minyak Zaitun: Rahasia Diet Mediterania untuk Melawan Demensia
Lazzarini mendesak Israel, sebagai penduduk wilayah tersebut, untuk memastikan keamanan staf dan fasilitas PBB.
Dia mengatakan UNRWA telah lama menjadi target permusuhan Israel, dituduh terlibat dengan Hamas – tuduhan yang dibantah keras oleh PBB.
Polisi Israel menyelidiki kebakaran tersebut, dengan temuan awal menunjukkan keterlibatan anak di bawah umur.
Baca Juga: Gagal Antarkan Indonesia U-23 ke Olimpiade Paris 2024, Erick Thohir Tundukkan Kepala Pada Pemain
Namun, Lazzarini menyebut beberapa demonstrasi anti-UNRWA yang terjadi di luar kompleks selama dua bulan terakhir, dan pelemparan batu terhadap staf dan bangunan minggu ini.
Kebakaran menyebabkan kerusakan pada area terbuka kompleks, namun staf UNRWA yang bertugas di lokasi selamat.
Video yang dibagikan Lazzarini menunjukkan asap mengepul di sekitar bangunan dan kerumunan orang di luar kompleks meneriakkan “Bakar PBB.”
Baca Juga: Lemak Trans, Ancaman Tersembunyi di Balik Gorengan Favorit, WHO Paparkan Hasil Mencengangkan
Penutupan kantor UNRWA berakibat pada terhambatnya bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Palestina di Yerusalem Timur.
Keamanan staf PBB yang terus terancam semakin mempersulit upaya kemanusiaan di wilayah yang bergejolak ini.
***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A