Khutbah Jumat 18 Oktober 2024, Membentuk Pemimpin Bangsa yang Amanah dan Berintegritas

Khutbah Jumat hari ini, 18 Oktober 2024 mengangkat tema membentuk pemimpin bangsa yang amanah dan berintegritas.

R
Khutbah Jumat 18 Oktober 2024, Membentuk Pemimpin Bangsa yang Amanah dan Berintegritas

PORTAL BONTANGKhutbah Jumat hari ini, 18 Oktober 2024 mengangkat tema membentuk pemimpin bangsa yang amanah dan berintegritas.

Tema ini relevan dengan kondisi bangsa saat ini yang akan memiliki Presiden dan Wakil Presiden baru masa jabatan 2024-2029, serta menyongsong Pilkada serentak 2024.

Berikut khutbah Jumat selengkapnya yang dilansir Portalbontang.com dari situs resmi PWMU Jateng.

Baca Juga: Khutbah Jumat 12 Juli 2024, Menggapai Inti Kehidupan Dunia yang Fana

Khutbah Pertama

الحمد لله رب العالمين، الحمد لله الذي أمر بالعدل والإحسان، ونهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، الذي بُعث رحمة للعالمين، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

أما بعد، فيا أيها الناس، أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون، قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (الأحزاب: 70).

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena sesungguhnya takwa adalah bekal terbaik bagi kita untuk menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.

Hari ini kita akan membahas tema yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, yaitu “Menjadi Pemimpin Bangsa yang Amanah dan Berintegritas”.

Pemimpin adalah tonggak utama dalam suatu bangsa. Kualitas suatu kepemimpinan sangat menentukan arah dan masa depan bangsa tersebut. Oleh karena itu, menjadi pemimpin bukan hanya soal pangkat atau kekuasaan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, surah An-Nisa ayat 58:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (An-Nisa: 58)

Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya amanah dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin yang amanah harus bisa menunaikan hak-hak rakyatnya dengan adil dan tidak menzalimi. Tidak ada tempat bagi pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi atau golongannya semata.

Rasulullah SAW juga bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”

Hadis ini menegaskan bahwa setiap kita adalah pemimpin, baik dalam skala kecil seperti dalam keluarga, organisasi, maupun dalam lingkup besar seperti negara. Dan kita semua akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT tentang bagaimana kita menjalankan amanah tersebut.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Selain amanah, sifat lain yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah integritas. Pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang memiliki konsistensi antara ucapan dan perbuatannya, jujur dalam setiap tindakan, dan memiliki moral yang kuat. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam hal ini. Sebagai pemimpin, beliau dikenal dengan sifat Al-Amin, yaitu yang terpercaya.

Dalam konteks kepemimpinan bangsa, seorang pemimpin yang berintegritas haruslah bersikap jujur dan transparan kepada rakyatnya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-An’am ayat 152:

وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ

“Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, meskipun dia adalah kerabatmu.” (Al-An’am: 152)

Dalam ayat ini, Allah SWT mengingatkan kita untuk selalu berlaku adil dan jujur, meskipun dalam situasi yang sulit sekalipun. Seorang pemimpin yang berintegritas akan selalu menegakkan keadilan tanpa memandang kepentingan pribadi atau golongan.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Jika kita menginginkan bangsa yang maju dan berkeadilan, maka kita harus memulai dari kepemimpinan yang amanah dan berintegritas. Seorang pemimpin tidak hanya bertanggung jawab atas kesejahteraan duniawi rakyatnya, tetapi juga atas moral dan spiritual mereka. Pemimpin yang amanah akan memastikan bahwa rakyatnya hidup dalam harmoni, keadilan, dan keberkahan.

Oleh karena itu, sebagai rakyat, kita juga harus mendukung lahirnya pemimpin-pemimpin yang memiliki dua sifat ini. Kita harus memilih pemimpin yang amanah dan berintegritas, serta menegur mereka jika mereka menyimpang dari amanah yang diberikan. Sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:

إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الظَّالِمَ وَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابٍ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika manusia melihat kemungkaran dan tidak mencegahnya, maka hampir-hampir Allah akan menimpakan azab kepada mereka semua.”

Oleh karena itu, kita harus berperan aktif dalam menjaga keadilan dan kebenaran dalam kepemimpinan bangsa kita.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita memohon kepada Allah SWT agar kita senantiasa diberikan kekuatan untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang amanah dan berintegritas, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam skala yang lebih luas, termasuk dalam kepemimpinan bangsa ini.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الصَّالِحِينَ الْمُصْلِحِينَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا رَخَاءً سَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Khutbah Kedua

Baca Juga: Khutbah Jumat 31 Mei 2024, Masjid Al Aqsa dan Keutamaannya Bagi Umat Muslim

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ, وَالْمُؤْ مِنِيْنَ وَالْمُؤْ مِنَاتِ, اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ, اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ, يَا قَاضِىَ الْحَاجَاتِ, وَيَا كَافِىَ الْمُهِمَّاتِ

. اَللّهُمَّ اَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُ قْنَا اتِّبَاعَةَ, وَاَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْناَ اجْتِنَابَهُ

اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا فِي فِلَسْطِين، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ مُعِينًا وَظَهِيرًا، اللَّهُمَّ ارْبِطْ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ شُهَدَاءَهُمْ وَاشْفِ جَرْحَاهُمْ وَفُكَّ أَسْرَاهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى نُصْرَتِهِمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَنَا عَلَى الْحَقِّ وَالْهُدَى، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَنْصَارِهِمْ وَمِنْ الْمُسْتَضْعَفِينَ فِي الأَرْضِ، اللَّهُمَّ احْفَظْ بِلَادَ الْمُسْلِمِينَ، وَوَحِّدْ صُفُوفَهُمْ، وَأَعِدْ لَهُمْ عِزَّهُمْ وَكَرَامَتَهُمْ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

أَقِمِ الصَّلَاةَ

***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu