Portalbontang.com, Bontang - Gema takbir Idulfitri telah menandai berakhirnya kewajiban berpuasa di bulan suci Ramadan.
Namun bagi seorang muslim yang taat, berakhirnya Ramadan bukanlah akhir dari rangkaian ibadah puasa.
Ada satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan, yakni melaksanakan ibadah Puasa Syawal.
Baca Juga: Presiden Prabowo Janjikan Rusun Buat Warga Senen, Tangis Haru Pecah
Ibadah ini dilakukan selama enam hari di Bulan Syawal seiring dengan kembalinya rutinitas harian umat Islam.
Keutamaan amalan ini sangatlah luar biasa karena menjanjikan ganjaran Pahala Setahun penuh bagi yang mengerjakannya.
Terkait dengan keutamaan ini, Rasulullah SAW telah memberikan perumpamaan pahala yang sangat besar.
“Dari Abi Ayyub al-Anshari r. a. (diriwayatkan) … bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa sudah melakukan puasa Ramadan, kemudian menambahkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia telah melaksanakan puasa sepanjang masa.” [HR Jama’ah ahli hadis selain al-Bukhari dan an-Nasa’i].
Baca Juga: Mendikdasmen Pastikan Jadwal Sekolah Normal Pasca Lebaran 2026
Logika perhitungan pahala ibadah ini juga telah dijelaskan secara rinci dalam riwayat hadis lainnya.
Setiap amal kebaikan yang dilakukan seorang muslim akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.
“Dari Tsauban, dari Nabi saw (diriwayatkan bahwa) beliau bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadan, maka pahala satu bulan Ramadan itu (dilipatkan sama) dengan puasa sepuluh bulan, dan berpuasa enam hari sesudah Idul Fitri [dilipatkan sepuluh menjadi enam puluh], maka semuanya (Ramadan dan enam hari bulan Syawal) adalah genap satu tahun.” [HR Ahmad].
Baca Juga: Viral Warga Jalan Kaki Imbas Krisis Energi Filipina dan Harga BBM Naik
Ketentuan pelipatgandaan pahala kebaikan ini juga ditegaskan dalam hadis riwayat Ibnu Majah.
“Di dalam riwayat Ibnu Majah dinyatakan [bahwa Rasulullah saw bersabda]: “Barangsiapa berpuasa Ramadan dan enam hari sesudah Idul Fitri, maka itu sama pahalanya dengan puasa genap setahun. Dan barangsiapa melakukan satu kebaikan, maka ia akan memperoleh (pahala) sepuluh kali lipat.”
Mengenai tata cara pelaksanaannya, syariat Islam memberikan kelonggaran yang sangat memudahkan umat.
“Karena keumuman matan hadis yang terdahulu tanpa adanya ta’yin (penjelasan berturut-turut atau berpisah-pisah) maka puasa syawal bisa dikerjakan berturut-turut atau berpisah-pisah.”
Oleh karena itu, mari manfaatkan kesempatan emas ini untuk menyempurnakan ibadah kita. ***