Kisah Umar bin Khattab: Khalifah Kedua yang Membawa Kemajuan Islam

Berikut kisah Umar bin Khattab, salah satu sahabat senior dan mertua Nabi Muhammad SAW yang menjadi khalifah kedua.

R
Kisah Umar bin Khattab: Khalifah Kedua yang Membawa Kemajuan Islam

PORTAL BONTANGUmar bin Khattab, yang juga dikenal sebagai Umar ibn al-Khattab, adalah salah satu sahabat senior dan mertua Nabi Muhammad SAW.

Ia menjabat sebagai Khalifah Rasyidin kedua, menggantikan Abu Bakar as-Shiddiq, dan memerintah sejak Agustus 634 M hingga pembunuhannya pada tahun 644 M.

Seperti apa kisah kehidupan Umar bin Khattab? Berikut dilansir Portalbontang.com dari berbagai sumber.

Baca Juga: Kisah Abu Bakar as Siddiq: Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Terdekat dan Pertama Masuk Islam

Kehidupan Awal

Umar bin Khattab lahir di Makkah pada tahun 583 M, tiga belas tahun setelah tahun Gajah, tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Sejak muda, ia dikenal sebagai pedagang yang jujur dan terpercaya. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang sangat menentang ajaran Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Pemerintah Prediksi Lebaran Idul Fitri 2024 Serempak, Kemenko PMK: Tak Ada Perbedaan Tanggal

Masuk Islam

Perubahan signifikan dalam hidupnya terjadi pada tahun keenam kenabian, ketika Umar berusia 27 tahun.

Ketika itu, Umar bin Khattab mendengar kabar bahwa adik kandung dan iparnya, Fatimah binti Khattab beserta suami, telah memeluk Islam.

Baca Juga: Dalil Shalat Jamak dan Qashar saat Mudik Lebaran dan Bepergian

Setelah membaca ayat-ayat Al-Qur’an, Umar merasakan kedamaian dan ketenangan dalam hatinya.

Tergerak oleh pengalaman ini, Umar memutuskan untuk menemui Nabi Muhammad SAW dan memeluk Islam.

Kontribusi dalam Penyebaran Islam

Baca Juga: Shalat Berjamaah, Apakah Makmum Ikut Baca Al Fatihah atau Diam? Ini Penjelasannya

Setelah memeluk Islam, Umar bin Khattab menjadi sosok yang paling gigih dalam menegakkan ajaran Islam.

Ia memberikan masukan kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyebarkan Islam secara terang-terangan, tidak lagi secara sembunyi-sembunyi.

Sejak saat itu, Islam tersebar secara terbuka.

Baca Juga: 7 Bacaan Dzikir setelah Shalat yang Harus Diamalkan

Peran sebagai Khalifah

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, Umar berjanji setia kepada Abu Bakar sebagai khalifah pertama dan menjabat sebagai penasihat terdekatnya.

Hingga pada Agustus 634 M, Abu Bakar yang sekarat mencalonkan Umar sebagai penggantinya.

Baca Juga: Hukum Makan Sahur saat Imsak, Berikut Sunah yang Diajarkan Rasulullah SAW

Selama masa pemerintahan Umar, kekhalifahan berkembang pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, menguasai Kekaisaran Sasaniyah dan lebih dari dua pertiga Kekaisaran Bizantium.

Berikut adalah beberapa peristiwa penting selama masa kepemimpinan Umar bin Khattab:

632 – 633 M: Ridda Wars (Wars of Apostacy): re-unifikasi Jazirah Arab di bawah bendera Islam.
634 M: Pertempuran Ajnadayn: invasi Muslim ke Suriah.
636 M: Pertempuran al-Qadisiyya dan Pertempuran Yarmouk.
637 M: Invasi Muslim ke Levant. Bizantium dikalahkan.
638 M: Umar mendistribusikan makanan selama kelaparan di Arabia.
640 M: Pertempuran Heliopolis. Pasukan Bizantium dikalahkan oleh jenderal Umar, Amr ibn al-Aas.
644 M: Umar bin Khattab wafat dan digantikan oleh Uthman ibn ‘Affan sebagai khalifah ketiga

Baca Juga: Lupa Baca Niat Puasa Ramadhan, Ini Solusinya Kata Ulama

Kisah Umar bin Khattab adalah cerita tentang keimanan, keberanian, dan pengorbanan.

Ia adalah contoh teladan bagi umat Islam tentang bagaimana seorang Muslim sejati harus hidup dan berbakti kepada agama dan umatnya. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu