Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Pendeteksi Kebakaran, Belajar dari Karhutla di Bromo

Mahasiswa UMM ini berhasil menciptakan alat pendeteksi kebakaran yang diberi nama Flame Shield Forest.

R
Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Pendeteksi Kebakaran, Belajar dari Karhutla di Bromo

PORTAL BONTANG – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menciptakan alat pendeteksi kebakaran.

Alat pendeteksi kebakaran ini diciptakan tim dari mahasiswa UMM, yang dipimpin Ahmad Wildan Al Mauludi dari Prodi Teknik Industri.

Alat pendeteksi kebakaran ciptaan mahasiswa UMM ini kemudian diberi nama Flame Shield Forest (FSF).

Baca Juga: Lowongan Kerja PT. Bening Pratama Grup, Apa Kualifikasi Dibutuhkan?

Menurut Wildan, latar belakang terciptanya alat ini berawal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo tahun 2023.

Ratusan hektare padang rumput hangus, kerugian mencapai miliaran rupiah, dan kepanikan melanda warga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dibutuhkan solusi inovatif untuk mencegah tragedi serupa terulang.

Baca Juga: Terpopuler Hari Ini, Kamis 15 Februari 2024: Link Hasil Hitung Suara Resmi KPU hingga Pelaku Penggelapan di Samarinda Ditangkap

Tergerak oleh tragedi tersebut, Wildan bersama timnya menciptakan FSF, sebuah alat pendeteksi kebakaran hutan.

FSF hadir sebagai jawaban atas lambatnya penanganan dan minimnya informasi terkait kebakaran hutan.

“FSF dilengkapi sensor api dan gas, modul GPS, WiFi, dan penguat sinyal. Ketika terjadi kebakaran, sensor akan mendeteksi dan mengirimkan pesan peringatan ke gawai melalui bot Telegram, lengkap dengan lokasi akuratnya,” jelas Wildan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bontang, 15 Februari 2024: Hujan Ringan hingga Cerah Berawan

Inovasi FSF tak hanya menuai pujian di Industrial Engineering Expo (IEE) Januari lalu, tetapi juga menunjukkan potensinya untuk membantu pemadam kebakaran dan masyarakat dalam menangani kebakaran hutan.

FSF tak hanya berfungsi di hutan, tetapi juga di ruko dan pemukiman padat penduduk, mendeteksi kebocoran gas dan percikan api dari konsleting listrik.

Meskipun masih mengandalkan daya eksternal, FSF menawarkan solusi praktis dan hemat.

Baca Juga: PP Muhammadiyah Rilis Pernyataan Pasca Pemilu 2024

“Awalnya kami ingin menggunakan panel surya, tapi karena keterbatasan budget, kami pilih colokan USB yang mudah didapat,” ungkap Wildan.

Langkah inovatif tak berhenti di situ. Wildan dan timnya berencana mengganti WiFi dengan kartu GSM untuk memperluas jangkauan sinyal di hutan.

Penyempurnaan sensor api dan gas juga menjadi prioritas untuk meningkatkan akurasi deteksi.

Baca Juga: Hasil Quick Count Sudah Keluar, KPU: Tunggu Rekapitulasi Suara Pemilu 2024

“Inovasi FSF tak akan berhenti di sini. Kami berharap dapat menambahkan fitur baru agar FSF mampu melindungi hutan-hutan yang rawan kebakaran,” pungkas Wildan penuh optimisme. ***

Ikuti berita terkini dari Portalbontang.com langsung di WhatsApp melalui link https://s.id/portalbontang.

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu