PORTAL BONTANG – Pembangunan Bandara Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mendapat dukungan dari Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik.
Bandara Ujoh Bilang, kata Pj Gubernur merupakan wujud komitmennya dalam memajukan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kalimantan Timur.
Dengan pembangunan Bandara Ujoh Bilang, dapat meningkatkan aksesibilitas jalur transportasi melalui penerbangan udara.
Baca Juga: Link Nonton Dirty Vote, Pakar Hukum Bicara Kecurangan Pemilu 2024
Keberadaan bandara baru ini diharapkan membawa kemajuan dan perkembangan yang masif di kabupaten termuda Kaltim ini.
“Bupati saya challenge bangun runway, 1.000 meter cukup yang penting bisa dilewati grand caravan atau ATR. Nanti kita subsidi (penerbangan) tiga kali seminggu ke Ujoh Bilang,” kata Akmal Malik kepada Bupati Bonifasius Belawan Geh saat kunjungannya ke Mahulu, beberapa waktu lalu, dikutip Portalbontang.com dari Instagram @beritapemprovkaltim.
Sebagai informasi, akses transportasi menuju kabupaten di hulu Sungai Mahakam memang masih terbatas. Meski seluruh transportasi baik darat, sungai dan udara sudah tersedia.
Baca Juga: Otorita IKN Sebut Istana Negara dan Hotel Nusantara Siap Digunakan 17 Agustus 2024
Namun, dengan kondisi geografis Mahulu yang berada di bantaran Sungai Mahakam dengan tutupan hutan yang mendominasi hampir 86 persen wilayahnya, akses penerbangan udara masih sangat dibutuhkan.
Saat ini, Mahulu memiliki satu bandara kelas III yang melayani penerbangan perintis, yakni Bandar Udara Datah Dawai di Desa Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai.
Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh menyampaikan, rencana pembangunan Bandara Ujoh Bilang bukan sekadar alternatif transportasi semata, namun juga akan memajukan sektor pariwisata dan menjadi jalur transportasi unggulan daerah.
Baca Juga: Mudah Dibuat, Resep Nasi Goreng Merah Khas Makassar ala Devina Hermawan
Posisinya yang berada di pusat pemerintahan Kabupaten Mahulu, diharapkan dapat menunjang mobilitas dan perekonomian daerah.
“Minat wisatawan lokal dan asing ke Mahakam Ulu sangat tinggi. Selain karena alamnya yang indah dan alami, masyarakat kami juga memiliki tradisi adat istiadat dan kearifan lokal yang terus dipertahankan sejak dulu,” ucapnya.
Rencana pembangunan Bandara Ujoh Bilang telah mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan Nomor 164 Tahun 2022 Tentang Penentuan Lokasi (Penlok) Bandara Ujoh Bilang.
Baca Juga: Final Piala Asia 2023, Qatar Pertahankan Gelar Juara
Pembangunan tahap pertama Bandara Ujoh Bilang dibangun di atas lahan seluas 90 hektare (ha) dengan panjang runway 1.600 meter dan lebar 30 meter yang bisa didarati pesawat jenis ATR 72 dengan kapasitas 68 – 70 penumpang.
Sementara kapasitas penumpang bandara direncanakan mencapai 25 -27 ribu per tahun. ***
Ikuti berita terkini dari Portalbontang.com langsung di WhatsApp melalui link https://s.id/portalbontang.
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A