Perbedaan Malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar, Kapan Al-Quran Diturunkan? Ini Penjelasan Muhammadiyah

Muhammadiyah menjelaskan perbedaan malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar, serta kapan Al-Quran diturunkan.

R
Perbedaan Malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar, Kapan Al-Quran Diturunkan? Ini Penjelasan Muhammadiyah

PORTAL BONTANG – Tak banyak yang bertanya apa perbedaan antara malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. 

Padahal, antara malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar disebut merupakan malam turunnya Al-Quran.

Muhammadiyah memberikan penjelasan malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar.

Baca Juga: Terpopuler Hari Ini, Selasa 19 Maret 2024: Pemerintah Prediksi Lebaran Idul Fitri Serempak hingga Kisah Umar bin Khattab

Malam Nuzulul Quran merupakan peristiwa agung di mana Nabi Muhammad menerima wahyu pertama dari Malaikat Jibril.

Dalam khazanah Islam, Nuzulul Quran yang jatuh setiap tanggal 17 Ramadhan diperingati dengan tadarus dan pengajian.

Meskipun diperingati setiap tahun, tetapi jarang sekali yang mempertanyakan mengapa Nuzulul Quran diperingati pada tanggal 17 Ramadhan.

Baca Juga: Tips Tahan Haus saat Puasa Ramadhan, Coba Praktikkan

Padahal ayat-ayat Alquran dan hadis Nabi Muhammad Saw menjelaskan bahwa Al-Quran turun pada Lailatul Qadar di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, yang artinya Al-Quran turun antara tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan.

Menjawab pertanyaan ini, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir memberikan penjelasan.

Tafsir menyebut bahwa memang benar ayat dan hadis menjelaskan Al-Quran turun pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Baca Juga: Kisah Umar bin Khattab: Khalifah Kedua yang Membawa Kemajuan Islam

Misalnya pada ayat ke-185 Surat Al-Baqarah tentang penjelasan bulan Ramadan, lalu ayat pertama Surat Al-Qadr tentang penjelasan malam Lailatul Qadar, dan hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi, “Iltamisuha fil `asyril awakhir fil witri”, carilah ia (Lailatul Qadar) di sepuluh akhir ganjil bulan Ramadan.

“Pertanyaannya kenapa kita memperingati pada 17 Ramadhan, itu kan tidak pas dengan hadis?” gali Tafsir.

Memberikan jawaban, dirinya pun mengambil penjelasan dari Syaikhul Mufassirin, yaitu Imam At-Thabari yang menulis bahwa Al-Quran yang turun pada 10 hari bulan terakhir atau pada malam Lailatul Qadar itu adalah Al-Quran dalam bentuk tunggal atau utuh (jumlatan wahidatan).

Baca Juga: Pj Gubernur Kaltim akan Gelar Rotasi Jabatan, Akmal Malik: Saya Punya Wewenang

Al-Quran itu turun dari Lauful Mahfuz ke langit dunia, namun belum diturunkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam.

“Kemudian baru setelah itu Alquran turun dari langit dunia ke Nabi Muhammad, itulah yang diyakini jumhur ulama pertama kali terjadi pada 17 Ramadhan yang itu Al-Quran turun tidak sak glondong, tidak jumlatan wahidatan, tapi berangsur-angsur selama kerasulan Muhammad selama 23 tahun,” jelasnya.

Pada penjelasan lain, disebutkan bahwa ditetapkannya tanggal 17 Ramadhan berasal dari penjelasan Surat al-Anfal ayat ke-41, yang mengisahkan tentang kemenangan umat Islam melawan kafir Quraisy di perang Badar tanggal 17 Ramadhan.

Baca Juga: Pemprov Kaltim Buka 9.456 Formasi CASN 2024, Ini Rinciannya termasuk PNS dan PPPK

Selain itu, dalam riwayat turunnya Al-Quran, disebutkan wahyu pertama yaitu lima ayat Surat Al-Alaq terjadi pada tanggal 17 Ramadhan.

“Sehingga yang dimaksud dengan Nuzulul Quran pada 17 Ramadhan adalah Al-Quran mulai turun dari langit dunia kepada Nabi Muhammad, tidak dalam jumlatan wahidatan tapi secara berangsur-angsur,” pungkasnya. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu