Peringatan WHO Terkait Obat Sirup Batuk J&J, Diduga Mengandung Zat Beracun, 300 Anak Tewas Sejak 2022

WHO kemungkinan akan merilis peringatan yang lebih luas tentang obat sirup batuk anak-anak J&J setelah temuan di Nigeria minggu lalu.

R
Peringatan WHO Terkait Obat Sirup Batuk J&J, Diduga Mengandung Zat Beracun, 300 Anak Tewas Sejak 2022

PORTAL BONTANG – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diprediksi akan mengeluarkan peringatan global terkait sirup obat batuk anak Benylin produksi J&J.

Hal ini menyusul penarikan produk di Nigeria akibat temuan kandungan dietilen glikol yang tinggi, zat beracun yang telah dikaitkan dengan kematian anak-anak di beberapa negara.

Penarikan Benylin di Nigeria dilakukan pada Rabu 17 April 2024, setelah regulator setempat menemukan kandungan dietilen glikol yang tinggi dalam produk tersebut.

Baca Juga: Mengenang RA Kartini, Profil dan Fakta Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia

Dilansir Portalbontang.com dari VOA Indonesia, zat beracun ini, bersama etilen glikol, telah dikaitkan dengan kematian lebih dari 300 anak di Kamerun, Gambia, Indonesia, dan Uzbekistan sejak tahun 2022.

WHO kemungkinan akan mengeluarkan peringatan produk medis sebagai langkah pencegahan, meskipun belum ada bukti langsung yang menghubungkan penarikan terbaru dengan kasus kematian sebelumnya.

Sirup Benylin yang ditarik diproduksi di Afrika Selatan pada Mei 2021, namun saat ini merek tersebut berada di bawah kepemilikan Kenvue.

Baca Juga: Paracetamol Ganggu Jantung? Hati-hati Konsumsi Obat Pereda Nyeri Ini

Kenvue menyatakan telah menguji batch yang ditarik dan tidak menemukan dietilen glikol atau etilen glikol.

Mereka juga bekerja sama dengan otoritas kesehatan dan WHO untuk menyelidiki lebih lanjut, termasuk memverifikasi keaslian produk, metodologi pengujian, dan hasil tes.

Sejak penarikan di Nigeria, lima negara Afrika lainnya – Kenya, Rwanda, Tanzania, Zimbabwe, dan Afrika Selatan – juga menarik produk yang sama.

Baca Juga: Alya Sarah Lawindo, Remaja Minang di AS yang Melestarikan Budaya Indonesia, Turut Ajarkan Anak-Anak Mengaji

Regulator Afrika Selatan juga telah menarik kembali sirup tersebut, yang digunakan untuk mengobati batuk, demam, dan alergi pada anak-anak.

Dietilen glikol beracun bagi manusia bila dikonsumsi dan dapat mengakibatkan gagal ginjal akut.

Pada kasus sebelumnya, kontaminasi diduga berasal dari bahan baku yang digunakan oleh produsen di India dan Indonesia.

WHO tengah bekerja sama dengan produsen dan otoritas pengawas di Afrika Selatan untuk menyelidiki sirup Benylin dan sumber bahan bakunya.

Kenvue sebelumnya menyatakan telah melakukan pengujian bahan baku sebelum proses produksi.

WHO juga mempertimbangkan kemungkinan sirup tersebut palsu.

Baca Juga: Menteri ESDM Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM, LPG, dan Listrik hingga Juni 2024, Tidak Terpengaruh Konflik Iran dan Israel

Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk menentukan penyebab pasti dan langkah selanjutnya. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu