Portalbontang.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia terpilih, Prabowo Subianto, menyampaikan optimisme tinggi terhadap potensi besar Danantara dalam mengelola aset negara.
Dalam acara Town Hall Meeting bersama jajaran BUMN yang digelar tertutup di Jakarta Convention Center (JCC) pada Senin, 28 April 2025, Prabowo menegaskan bahwa pengelolaan aset negara yang transparan dan profesional adalah kunci masa depan perekonomian nasional.
“Kami menghitung aset-aset kita, ternyata kita kaya. Mungkin sebentar lagi kekayaan Danantara akan tembus 1 triliun USD,” ujar Prabowo saat menemui awak media.
Baca Juga: Sidang Tipikor: Suami Mbak Ita Diduga Kendalikan Proyek Rp16 Miliar untuk 193 Paket Pekerjaan
Ia menekankan bahwa Danantara adalah kekayaan milik bangsa yang harus “dikelola sebaik-baiknya, dijaga, dan dirawat dengan sistem yang transparan.”
Lebih lanjut, Prabowo meminta para direksi Danantara untuk menjunjung tinggi integritas.
“Saya minta atas nama bangsa dan rakyat, semua direksi berbuat yang terbaik. Tinggalkan praktik-praktik zaman dulu yang tidak efisien atau tidak benar,” tegasnya.
Sementara itu, Komisaris Utama Danantara, Rosan Roeslani, menambahkan bahwa kolaborasi strategis antara Danantara dan BUMN diharapkan memperkuat struktur ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Baca Juga: Sidang Tipikor Ungkap Instruksi Mbak Ita: Hapus Chat, Buang HP, dan Tutupi Bukti Transfer
Danantara merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dibentuk pada 2024 untuk mengelola aset strategis negara secara modern dan berkelanjutan.
Dengan konsep serupa Sovereign Wealth Fund (SWF) di negara lain, Danantara bertujuan menarik investasi global dan memaksimalkan nilai aset nasional.
Menurut data World Bank, Indonesia saat ini memiliki potensi aset tidak produktif senilai lebih dari USD 800 miliar, yang bisa dioptimalkan melalui lembaga seperti Danantara.
Baca Juga: Sidang Korupsi Mbak Ita: Saksi Sebut Dugaan Aliran Uang ke TNI, Polri, dan Kejaksaan
Berdasarkan laporan Bloomberg (April 2025), sektor pengelolaan aset negara di Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan tahunan rata-rata 5,8%, menandakan peluang besar jika dikelola secara transparan dan profesional.
Selain itu, pengelolaan aset negara menjadi salah satu fokus dalam visi Indonesia Emas 2045, di mana penguatan kelembagaan ekonomi nasional disebut-sebut sebagai kunci untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. ***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A