Portalbontang.com, Bontang – Bulan Ramadan adalah momen istimewa bagi umat Muslim. Di bulan suci ini, banyak pertanyaan muncul seputar ibadah puasa, salah satunya tentang mandi wajib atau junub.
Pertanyaan yang seringkali membingungkan adalah: apakah puasa tetap sah jika mandi wajib dilakukan setelah waktu subuh? Kebingungan ini wajar terjadi, terutama bagi pasangan suami istri atau mereka yang mengalami mimpi basah di malam hari.
Menanggapi pertanyaan ini, Yayuli, seorang anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Tengah, menjelaskan pentingnya mandi wajib dalam Islam, dilansir Portalbontang.com dari situs resmi PWM Jateng.
Baca Juga: Kabar Gembira Ramadan: Gaji THL Bontang Naik, Umrah Gratis Menanti
Menurutnya, mandi wajib adalah cara untuk menyucikan diri dari hadas besar dan memiliki hikmah yang besar dalam menjaga kebersihan spiritual dan fisik.
“Mandi wajib itu penting untuk menjaga kebersihan dan kesucian diri. Ini diwajibkan bagi yang berhadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, keluar mani, atau setelah haid dan nifas bagi perempuan,” tutur Yayuli.
Perintah mandi wajib ini, lanjut Yayuli, tercantum jelas dalam Al-Qur’an, surah Al-Ma’idah ayat 6. Ayat ini menjadi landasan kewajiban mandi wajib bagi umat Muslim yang beriman.
Tata cara mandi wajib yang benar, menurut Yayuli, dimulai dengan niat tulus karena Allah SWT. Kemudian, dilanjutkan dengan membasahi seluruh tubuh secara merata.
Adapun langkah-langkah mandi wajib yang dianjurkan adalah:
- Membaca basmalah sebelum memulai.
- Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan area tubuh yang mungkin terkena najis, terutama bagian kemaluan.
- Melakukan wudu seperti wudu sebelum shalat.
- Membasahi kepala dengan air sebanyak tiga kali.
- Mengguyur seluruh tubuh dengan air secara merata, dimulai dari sisi kanan lalu ke sisi kiri.
Kembali ke pertanyaan utama tentang sah atau tidaknya puasa jika mandi wajib setelah subuh, Yayuli menegaskan bahwa puasa tetap sah.
Baca Juga: Heboh Gaji 'Titipan' Dirut Garuda Capai Rp1 Miliar Sebulan: Transparansi BUMN Kembali Disorot
Namun, ia menekankan bahwa orang yang belum mandi wajib tidak diperbolehkan melaksanakan salat subuh.
“Puasa tetap sah meskipun mandi wajibnya setelah subuh. Tapi, orang tersebut tidak bisa salat subuh sebelum mandi wajib,” tegasnya.
Oleh karena itu, Yayuli menyarankan agar umat Muslim yang mengalami junub untuk segera mandi wajib sebelum sahur. Tujuannya agar dapat menjalankan ibadah puasa dan shalat subuh dengan sempurna di awal waktu.
Yayuli juga mengutip sebuah riwayat yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah dalam kondisi junub saat subuh tiba.
Rasulullah kemudian mandi wajib dan tetap melanjutkan puasanya. Riwayat ini menjadi dalil kuat yang menunjukkan bahwa mandi wajib setelah subuh tidak membatalkan puasa.
Baca Juga: Nikita Mirzani Kembali Ditahan: Daftar Skandal Artis Kontroversial yang Diduga Kebal Hukum
Menanggapi pertanyaan mengenai menunda mandi wajib hingga pagi atau siang, Yayuli menjelaskan bahwa hal tersebut tidak membatalkan puasa.
Namun, menunda mandi wajib akan menyebabkan seseorang ketinggalan salat fardu subuh. Padahal, bersuci dari hadas besar adalah syarat sah salat. ***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A