PORTAL BONTANG – Isra Miraj merupakan mukjizat luar biasa yang Allah SWT berikan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kejadian Isra Miraj ini berlangsung sekitar tahun 621 Masehi, atau 1 tahun sebelum hijrah dalam kalender Islam.
Dalam sejarahnya, saat Isra Miraj Nabi Muhammad SAW diantar oleh Malaikat Jibril dari Masjidilharam di Makkah menuju Masjidilaqsa di Yerusalem, dan selanjutnya naik ke langit sampai ke Sidratul Muntaha.
Baca Juga: Milad ke-77 HMI Putar Spesial Film LAFRAN
Di lokasi tersebut, beliau berdialog langsung dengan Allah SWT dan menerima beberapa perintah dan anugerah, seperti kewajiban salat lima waktu, syafaat, salam, dan doa.
Isra Miraj adalah salah satu mukjizat terpenting yang Allah SWT berikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bukti kenabian dan kerasulannya.
Oleh karena itu, artikel ini membahas sejarah peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW secara detail dan akurat, berdasarkan sumber Islamic Relief, Rabu 7 Februari 2024. Simak berikut ini.
Baca Juga: Truk Pangan PBB di Gaza Diserang Israel
Latar Belakang Peristiwa Isra Miraj
Peristiwa Isra Miraj berlangsung setelah Nabi Muhammad SAW mengalami tahun yang penuh kesedihan, yaitu tahun di mana beliau kehilangan dua orang yang sangat dicintai dan melindunginya, yaitu paman beliau Abu Thalib dan istri beliau Khadijah.
Kedua orang tersebut meninggal dalam waktu yang berdekatan, dan meninggalkan Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sedih dan kesulitan.
Selain itu, dakwah beliau di Makkah juga menghadapi banyak tantangan dan penolakan dari kaum Quraisy yang memusuhi dan menyiksa beliau dan para pengikutnya.
Baca Juga: Ada 5 Jenis Makanan Pereda Nyeri Sendi, Mudah Didapatkan
Dalam kondisi seperti ini, Allah SWT memberikan hiburan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW dengan mengundangnya melakukan perjalanan ke Yerusalem dan ke langit.
Perjalanan ini juga merupakan cara Allah SWT untuk menunjukkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagian dari tanda-tanda keagungan-Nya, dan untuk memberikan perintah dan petunjuk yang penting bagi umat Islam, seperti shalat lima waktu, syariat Islam, dan iman kepada hari akhir.
Membahas Peristiwa Isra (Perjalanan Malam)
Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidilharam di Makkah ke Masjidilaqsa di Yerusalem.
Perjalanan ini dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, yaitu dalam satu malam.
Nabi Muhammad SAW diantar oleh malaikat Jibril dengan menggunakan Buraq, yaitu seekor binatang yang mirip kuda putih yang dapat berjalan sangat cepat.
Baca Juga: Layani Caleg Gagal di Pemilu 2024, Dinkes DKI Jakarta Siapkan Psikolog di Puskesmas
Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW juga melihat beberapa tempat dan peristiwa yang bersejarah, seperti kota Madinah, Bukit Sinai, Betlehem, dan Laut Merah.
Ketika tiba di Masjidilaqsa, Nabi Muhammad SAW disambut oleh para nabi dan rasul yang sebelumnya, seperti Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan lain-lain.
Nabi Muhammad SAW kemudian memimpin mereka dalam shalat berjamaah, sebagai tanda bahwa beliau adalah pemimpin dan penutup para nabi dan rasul.
Setelah itu, Nabi Muhammad SAW bersiap untuk melanjutkan perjalannya ke langit, yang disebut dengan Miraj.
Membahas Peristiwa Miraj (Penaikan)
Miraj adalah proses Nabi Muhammad SAW naik ke langit sampai ke Sidratul Muntaha.
Kejadian ini dilakukan dengan bantuan malaikat Jibril dan tangga yang dikenal sebagai Miraj.
Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW melewati tujuh tingkat langit, dan bertemu dengan beberapa nabi dan rasul yang berada di setiap tingkat langit.
Baca Juga: Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Adik kepada Kakak Kandung, Polres Bontang: Sudah Ada Niatan
Di langit pertama, beliau bertemu dengan Nabi Adam, di langit kedua dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya, di langit ketiga dengan Nabi Yusuf, di langit keempat dengan Nabi Idris, di langit kelima dengan Nabi Harun, di langit keenam dengan Nabi Musa, dan di langit ketujuh dengan Nabi Ibrahim.
Di langit ketujuh, Nabi Muhammad SAW melihat Baitul Ma’mur, yaitu tempat ibadah yang mirip dengan Ka’bah di bumi, yang disebut-sebut sebagai tempat para malaikat beribadah.
Nabi Muhammad SAW juga melihat pohon Sidratul Muntaha, yaitu pohon yang sangat besar dan indah, yang menjadi batas antara ciptaan dan pencipta.
Baca Juga: Tamu Hotel di Samarinda Ditangkap Polisi, Kedapatan Bawa Sabu ke Kamar
Di sini, Nabi Muhammad SAW ditinggalkan oleh malaikat Jibril, karena Jibril tidak dapat melampaui batas ini. Nabi Muhammad SAW kemudian mendekati Allah SWT, dan berbicara langsung dengan-Nya.
Dalam pertemuan ini, Allah SWT memberikan beberapa perintah dan anugerah kepada Nabi Muhammad SAW, di antaranya adalah:
1. Perintah shalat lima waktu sehari semalam, yang awalnya 50 kali, tetapi kemudian dikurangi menjadi 5 kali setelah Nabi Muhammad SAW meminta keringanan atas saran Nabi Musa.
2. Anugerah syafaat, yaitu hak Nabi Muhammad SAW untuk memberikan syafaat atau pertolongan kepada umatnya di hari kiamat.
3. Anugerah salam, yaitu ucapan salam dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya.
4. Anugerah doa, yaitu janji Allah SWT bahwa setiap doa yang dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW dan umatnya akan dikabulkan oleh-Nya.
Baca Juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Promedia dengan Modus Afiliasi, Giveaway, Tugas Berbayar
Setelah menerima semua perintah dan anugerah ini, Nabi Muhammad SAW kembali ke bumi dengan cara yang sama seperti ketika naik.
Beliau kembali ke Masjidil Haram di Makkah, dan menceritakan peristiwa Isra Miraj kepada para sahabat dan kaum Quraisy.
Namun, banyak orang yang tidak percaya dan menganggapnya sebagai dusta dan khayalan. Hanya orang-orang yang beriman dan mencintai Nabi Muhammad SAW yang membenarkan dan mengagumi peristiwa ini.
Baca Juga: Tips Meluapkan Marah tanpa Menyakiti Orang Lain, Begini Cara dari Dosen Psikologi
Demikian artikel tentang sejarah peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda dalam memahami peristiwa Isra Miraj yang akan jatuh pada tanggal 27 Rajab atau 8 Februari 2024 ini. ***
Ikuti berita terkini dari Portalbontang.com langsung di WhatsApp melalui link https://s.id/portalbontang.
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A