Stop Gadget Malam Hari! Pemkot Bontang Ajak Ortu Ciptakan Quality Time Lewat Wajib Belajar Pukul 19-21, Ini Rahasianya

Bontang luncurkan Wajib Belajar Malam 19-21! Sinergi ortu dan sekolah ciptakan suasana belajar anak menyenangkan, bukan beban.

R
Stop Gadget Malam Hari! Pemkot Bontang Ajak Ortu Ciptakan Quality Time Lewat Wajib Belajar Pukul 19-21, Ini Rahasianya

Portalbontang.com, Bontang – Sebuah terobosan dalam dunia pendidikan anak di Kota Bontang tengah menjadi perbincangan hangat.

Pemkot Bontang, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Lukman, secara resmi membuka kegiatan Parenting Program “Wajib Belajar Pukul 19.00–21.00”.

Acara yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang pada Jumat pagi, 9 Mei 2025 ini merupakan hasil kolaborasi apik antara SDN 002 Bontang Barat dengan Yayasan Galilea Bontang.

Baca Juga: Samsung Siap Gebrak Pasar! Galaxy S25 Edge Super Tipis Meluncur Pekan Depan, Ancam Dominasi iPhone 17 Air?

Dilansir Portalbontang.com dari situs resmi PPID Setda Bontang, kegiatan ini tak hanya sekadar seremoni, namun menjadi penanda komitmen kuat untuk mengubah paradigma belajar malam anak dari sekadar kewajiban menjadi momen berkualitas yang dinanti.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Forkopimda, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang Saparudin, serta para pengurus sekolah, pengawas, dan tentunya antusiasme tinggi dari para orang tua murid.

Sebagai magnet utama, motivator nasional sekaligus pendiri Life Changing Institute, Reni Murni, CMHA, CBA, CHT, CT.NLP, didapuk menjadi narasumber.

Dengan tema “Strategi Membangun Budaya Belajar 19-21 Menjadi Momen Berharga dan Menyenangkan Bagi Anak-anak Kita,” Reni mengupas tuntas cara-cara efektif bagi orang tua untuk menciptakan suasana belajar malam yang jauh dari kata membosankan.

Baca Juga: Pemkot Bontang Ajukan Legalisasi Galian C ke Pemprov Kaltim di Tengah Revisi RTRW

Dalam sambutannya, Lukman, mewakili Wali Kota Bontang, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin.

“Program ini adalah bagian dari 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang. Tujuannya jelas, memperkuat hubungan antara pemerintah, sekolah, dan keluarga untuk menciptakan atmosfer belajar yang positif dan, yang terpenting, menyenangkan bagi anak-anak kita,” tegas Lukman.

Ia menekankan bahwa program belajar malam ini bukanlah sekadar penambahan jam belajar formal.

Baca Juga: Titik Cerah Perang Dagang? Utusan AS-China Jadwalkan Pertemuan Krusial di Jenewa Pekan Ini

Lebih dari itu, dirancang agar anak-anak merasakan suasana belajar yang kondusif di rumah, dengan pendampingan penuh kasih dari orang tua dan dukungan guru.

Harapannya, waktu khusus ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu, bukan malah dianggap sebagai beban tambahan setelah seharian beraktivitas.

“Masukan dari orang tua sangat diperlukan, karena merekalah yang setiap hari bersama anak-anak di rumah,” ujar Lukman, menggarisbawahi pentingnya peran aktif keluarga.

Belajar Bukan Hanya Soal Buku dan PR

Baca Juga: Terungkap! Jenderal Purnawirawan TNI dan CEO Perusahaan Asing Jadi Tersangka Korupsi Satelit Kemhan

Lebih lanjut, Lukman menjelaskan bahwa esensi “Wajib Belajar” ini melampaui sekadar membuka buku atau mengerjakan pekerjaan rumah.

Ini adalah ruang bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan, memberikan nasihat, dan membangun karakter anak – aspek-aspek yang seringkali tidak sepenuhnya terjangkau di ruang kelas formal.

Fenomena kecanduan gadget dan kurangnya interaksi berkualitas antara orang tua dan anak menjadi salah satu latar belakang mengapa program ini dianggap krusial.

Di era digital saat ini, anak-anak kerap terdistraksi oleh layar, sementara orang tua sibuk dengan pekerjaan.

Baca Juga: Skandal Satelit Kemhan: Kejagung Ungkap Potensi Kerugian Negara Rp353 Miliar

Program “Wajib Belajar Pukul 19.00-21.00” ini diharapkan menjadi solusi untuk mengembalikan fokus anak pada kegiatan positif dan mempererat ikatan keluarga.

Melalui forum parenting yang diinisiasi, orang tua dan guru diajak untuk memahami betapa vitalnya kolaborasi dalam proses tumbuh kembang dan pembelajaran anak.

Strategi membangun rutinitas belajar yang konsisten namun tetap fleksibel di rumah menjadi kunci. Pendidikan, ditegaskan Lukman, adalah tanggung jawab kolektif.

Baca Juga: Jeritan Honorer Kaltim Menggema: Wagub Seno Aji Janji Usulkan PPPK Tahap 3 ke Pusat

“Pendidikan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Semua pihak harus berperan, termasuk keluarga dan lingkungan. Anak-anak juga butuh waktu istirahat dan ruang pengembangan kreativitas. Belajar tidak harus selalu dalam tekanan,” pungkasnya.

Keberhasilan program ini nantinya akan sangat bergantung pada komitmen bersama, terutama dari para orang tua sebagai garda terdepan pendidikan anak di lingkungan keluarga.

Diharapkan, program ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menciptakan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara emosional dan berkarakter. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu