PORTAL BONTANG – Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino, menilai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang baru akan menghadapi sejumlah tantangan berat di masa depan.
Salah satu tantangan utama adalah menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang berkaitan dengan transformasi kementerian, yang disebut-sebut akan berubah menjadi Badan Super Holding BUMN.
“Sebenarnya siapapun nanti yang jadi Menteri BUMN itu akan mendapat PR berat yang harus diselesaikan,” tegas Harris dalam diskusi Daulat Bicara: Siapa Menteri BUMN Pilihan Prabowo di Jakarta, Jumat 11 Oktober 2024.
Baca Juga: 79 WNI Berhasil Dievakuasi dari Lebanon, Menlu Retno Ungkap Kendala Jalur Udara
Diskusi yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Promedia TV tersebut juga menghadirkan Pengamat Kebijakan Publik dari IDP-LP, Riko Noviantoro.
Harris menekankan bahwa salah satu pekerjaan mendesak yang perlu diselesaikan adalah masalah utang BUMN Karya.
“Kita tahu ternyata BUMN itu banyak yang utangnya itu segunung. Contohnya BUMN Karya,” ungkap Harris.
Legislator asal daerah pemilihan Jawa Tengah IX ini menambahkan bahwa posisi Menteri BUMN di masa depan harus diisi oleh sosok yang tangguh dan kompeten.
Baca Juga: Prabowo Subianto Tekankan Pentingnya Persatuan dan Integritas di Forum Legislator PKB
Menurutnya, latar belakang calon menteri bukan masalah asalkan orang tersebut memenuhi kualifikasi dan mampu bertanggung jawab.
Hal serupa juga berlaku untuk jajaran direksi dan komisaris perusahaan BUMN.
“Jadi sebetulnya Komisaris atau Dirut itu mau diisi anak kiai, mau diisi relawan atau siapapun itu boleh saja asal berkompeten dan bertanggung jawab,” tegas Harris. ***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A