Portalbontang.com, Bontang - Bulan suci Ramadan identik dengan momen spiritual untuk memperbanyak ibadah dan refleksi diri.
Namun, bagi masyarakat yang terbiasa aktif bergerak, bulan puasa kerap menghadirkan tantangan tersendiri.
Perubahan pola makan dan waktu tidur menuntut penyesuaian agar tubuh tetap bugar saat beraktivitas.
Baca Juga: Waspada! Ini 6 Bahaya Tersembunyi Jika Gigi Ompong Dibiarkan Terlalu Lama
Melansir informasi dari Indonesiabaik.id, berolahraga saat puasa sebenarnya sangat aman untuk dilakukan.
Kunci utamanya adalah memilih intensitas yang tepat dan mengatur waktu pelaksanaan yang ideal.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia merekomendasikan aktivitas fisik dengan intensitas rendah hingga sedang.
Pilihan pertama adalah jalan kaki, olahraga tanpa alat yang sangat pas dilakukan untuk mengisi waktu jelang berbuka.
Selain itu, masyarakat juga bisa memilih senam yoga atau pilates di rumah untuk melatih fleksibilitas otot.
Bersepeda santai di sekitar lingkungan rumah juga menjadi alternatif menarik yang tidak banyak menguras tenaga.
Untuk menjaga kekuatan massa otot, latihan beban ringan seperti push-up dan squat bisa dilakukan usai berbuka puasa.
Baca Juga: Kota Bontang Raih Peringkat 5 Nasional Pengelolaan Sampah Terbaik 2026
Selain jenis olahraga, Kemenkes sangat menekankan pentingnya menjaga asupan gizi dan cairan saat sahur maupun berbuka.
Masyarakat juga diimbau untuk segera menghentikan aktivitas olahraga dan beristirahat jika tubuh tiba-tiba terasa lemas atau pusing. ***