Portalbontang.com, Bontang - Momen perayaan Iduladha sering kali menjadi ajang 'balas dendam' bagi sebagian masyarakat untuk menyantap berbagai olahan daging dan organ dalam hewan.
Sajian kuliner seperti sate hati, gulai kikil, paru goreng, usus, hingga babat seakan menjadi hidangan favorit wajib banyak orang saat hari raya kurban.
Meski memiliki cita rasa yang gurih dan menggoda, konsumsi jeroan secara berlebihan terbukti dapat memberikan beban berat pada tubuh, terutama pada fungsi hati dan ginjal.
Baca Juga: Salat Iduladha di Stadion Bessai Berinta, PDM Bontang Salurkan 40 Hewan Kurban untuk 2.150 Warga
Sebagaimana dilaporkan oleh detikHealth pada Rabu (27/5/2026), jeroan sejatinya memiliki kandungan nutrisi yang baik.
Bagian organ dalam hewan tersebut menyumbangkan asupan zat besi, vitamin B12, hingga protein bagi tubuh manusia.
Akan tetapi, masyarakat patut waspada karena jeroan juga menyimpan kandungan kolesterol, purin, dan lemak yang cukup tinggi.
Peringatan medis ini disampaikan secara lugas oleh praktisi kesehatan dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Aru Ariadno, Sp.P.D., K.G.E.H., pada Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Sapi Kurban Presiden RI Berbobot 732,5 Kg Tiba di Bontang, Ini Penampakannya!
"Konsumsi jeroan yang berlebih itu akan menyebabkan gangguan terutama peningkatan asam urat," kata dr. Aru menjelaskan dampak utamanya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa penumpukan asam urat di dalam darah akan berdampak sangat fatal pada kesehatan persendian dan organ krusial lain seperti ginjal.
"Mulai dari artritis gout, batu saluran ginjal karena batu asam urat, dan gangguan-gangguan artritis yang lain," katanya merincikan potensi penyakit yang timbul.
Baca Juga: Cetak Rekor! Pemkot Bontang Raih Opini WTP ke-12 dari BPK RI atas LKPD 2025
Secara medis, batu asam urat adalah kristal keras yang terbentuk di dalam ginjal pada saat urine terlalu asam dan mengandung kadar asam urat yang tinggi.
Jika kondisi ini terjadi, penderita akan mengalami gejala yang sangat menyiksa, seperti nyeri hebat di area pinggang, rasa mual, hingga gangguan saat buang air kecil. ***