Portalbontang.com, Bontang - Hari Raya Iduladha identik dengan ibadah kurban, di mana daging seperti kambing kerap diolah menjadi sate, gulai, dan hidangan lezat lainnya.
Menu utama berbahan dasar daging kambing tersebut memang selalu menggugah selera dan sangat sulit untuk ditolak kala berkumpul bersama keluarga.
Namun, di balik kelezatannya, konsumsi daging kambing secara berlebihan tanpa kontrol sering kali memicu berbagai masalah kesehatan.
Baca Juga: Awas! Dokter Ingatkan Bahaya Batu Ginjal Akibat Kalap Makan Jeroan Kurban
Daging kambing dikenal memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi jika dikonsumsi dalam porsi besar.
Akibatnya, timbul sensasi tubuh terasa panas, pusing, hingga lonjakan kadar kolesterol dan tekanan darah.
Untuk mengimbangi efek "berat" tersebut, tubuh memerlukan asupan penawar alami guna melancarkan pencernaan dan menetralkan kadar lemak.
Baca Juga: Salat Iduladha di Stadion Bessai Berinta, PDM Bontang Salurkan 40 Hewan Kurban untuk 2.150 Warga
1. Mentimun
Buah pertama yang sangat efektif menjadi pendamping olahan kambing adalah mentimun, yang secara botani sebenarnya diklasifikasikan sebagai buah.
Mentimun memiliki kadar air sangat tinggi, bersifat mendinginkan tubuh, serta mengandung senyawa pencahar alami yang mampu membersihkan sisa lemak di tenggorokan dan menurunkan tekanan darah.
Baca Juga: Sapi Kurban Presiden RI Berbobot 732,5 Kg Tiba di Bontang, Ini Penampakannya!
2. Perasan Jeruk/Air Lemon
Kedua, perasan jeruk murni atau air lemon hangat bukan sekadar penyegar mulut yang ampuh menghilangkan aroma prengus kambing.
Kandungan pektin (serat larut) di dalamnya bekerja mengikat kolesterol jahat di usus, sementara vitamin C dan antioksidannya merangsang asam empedu untuk mencerna lemak.
Baca Juga: Cetak Rekor! Pemkot Bontang Raih Opini WTP ke-12 dari BPK RI atas LKPD 2025
3. Apel
Ketiga, memakan satu buah apel beserta kulitnya merupakan langkah cerdas karena kandungan zat quercetin di dalamnya mampu menurunkan kolesterol tinggi dan mencegah peradangan pembuluh darah.
4. Nanas
Keempat adalah nanas, buah kuning yang kaya akan enzim bromelain, yakni enzim protease penangkal begah, kembung, dan mual yang bertugas memecah protein serta lemak jenuh.
5. Kiwi Hijau
Kelima, buah kiwi hijau juga menyimpan khasiat besar melalui enzim protease alami bernama actinidin.
Mengonsumsi kiwi akan mempercepat pemecahan protein hewani sehingga lambung tidak bekerja terlalu keras dan terhindar dari sensasi panas di dada (heartburn).
Baca Juga: LPPA Aisyiyah Jatim Gelar Kelas Kebijakan Publik, Ratusan Kader Bahas Tantangan Perempuan
6. Semangka
Terakhir, buah semangka sangat ideal dijadikan hidangan penutup (dessert), menepis mitos yang menyebut konsumsinya berbahaya setelah makan daging.
Kandungan asam amino citrulline pada semangka berperan meningkatkan fungsi aliran darah dan menurunkan hipertensi, sementara airnya meluruhkan sisa natrium (garam) berlebih dari bumbu masakan. ***