Portalbontang.com, Bontang - Kehilangan satu atau beberapa gigi sering kali dianggap sepele oleh sebagian besar masyarakat.
Banyak orang merasa gigi ompong tidak perlu segera ditangani selama tidak menimbulkan rasa sakit atau tidak terlihat dari luar.
Padahal, fungsi gigi jauh lebih kompleks dari sekadar alat untuk mengunyah makanan maupun penunjang estetika wajah.
Gigi memiliki peran krusial dalam menopang satu sama lain serta menjaga keseimbangan rahang dan rongga mulut.
Bahaya membiarkan gigi ompong biasanya terjadi secara perlahan dan kerap tidak disadari oleh penderitanya.
Jika dibiarkan tanpa perawatan medis, kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan yang serius.
Dampak pertama yang mengintai adalah perubahan struktur rahang karena hilangnya rangsangan pada tulang saat mengunyah, yang memicu penyusutan tulang rahang.
Baca Juga: Kota Bontang Raih Peringkat 5 Nasional Pengelolaan Sampah Terbaik 2026
Kedua, susunan gigi yang tersisa bisa menjadi berantakan karena gigi di sekitarnya cenderung bergeser ke arah ruang yang kosong.
Ketiga, gigi ompong jelas akan mengganggu proses mengunyah, yang berujung pada menurunnya kinerja sistem pencernaan dan memicu masalah lambung.
Keempat, penyusutan rahang secara perlahan dapat mengubah proporsi wajah, membuat pipi tampak cekung dan terlihat lebih tua dari usia aslinya.
Baca Juga: Ratusan Personel Gabungan Amankan Ramadan 1447 H di Bontang, Ini Titik Fokusnya
Kelima, ketidakseimbangan saat mengunyah dapat memicu gangguan sendi rahang (TMJ), yang ditandai dengan nyeri atau bunyi "klik" saat membuka mulut.
Terakhir, kehilangan gigi terutama di bagian depan akan menurunkan kenyamanan berbicara, membuat pelafalan kurang jelas, serta menurunkan kepercayaan diri saat makan.
Oleh karena itu, penanganan medis sedini mungkin sangat disarankan agar gigi ompong tidak menimbulkan dampak kesehatan yang lebih parah di kemudian hari. ***