Tragis! Mahasiswi UGM Sheila Amalia Ditemukan Tewas Tertindih Motor di Parit Magetan

Mahasiswi UGM Sheila Amalia ditemukan meninggal tertindih motor di Magetan setelah hilang dua minggu saat mudik Lebaran.

R
Tragis! Mahasiswi UGM Sheila Amalia Ditemukan Tewas Tertindih Motor di Parit Magetan

Portalbontang.com, Magetan – Sheila Amalia Christanti (21), mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sempat dilaporkan hilang sejak 27 Maret 2025, ditemukan meninggal dunia di sebuah parit kecil di kawasan Tikungan Tamansari, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, pada Sabtu, 12 April 2025.​

Penemuan jasad Sheila bermula dari laporan warga yang menemukan sepeda motor terbalik di parit saat mengevakuasi kecelakaan lain di jalur atas Lawu Green Forest (LGF).

Kapolsek Plaosan, AKP Joko Yuhono, menjelaskan, “Pelapor segera mendatangi lokasi dan setelah dilakukan pengecekan ternyata benar ada sebuah sepeda motor dengan posisi terbalik di sebuah parit pinggir Jalan Raya Taman Sari Jalur Atas LGF. Setelah dicek mendetail ada seorang di bawah sepeda motor tersebut dengan kondisi kemungkinan sudah meninggal.”​

Baca Juga: Wajib Tahu! Perbandingan Lengkap iPad Pro M4 vs iPad Air M3, Mana yang Paling Cocok untuk Anda?

Barang bukti yang ditemukan di lokasi meliputi sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AE 3413 CA, jaket hijau, celana jeans, dan helm.

Hasil pemeriksaan medis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, mengindikasikan kematian akibat kecelakaan tunggal.​

Sheila diketahui merupakan mahasiswi angkatan 2023 Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis UGM.

Ia dilaporkan hilang saat dalam perjalanan mudik ke kampung halamannya di Madiun, Jawa Timur, melalui jalur Klaten.

Baca Juga: Mengapa Hujan Masih Turun di Awal Musim Kemarau 2025? Ini Penjelasan BMKG

Kehilangannya menjadi viral di media sosial setelah akun @merapi_uncover mengunggah informasi orang hilang pada 25 Maret 2025.​

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jaka Widada, mengonfirmasi bahwa Sheila adalah mahasiswi di fakultasnya.

“Kami terus berkoordinasi dan pagi ini dari universitas, Ditmawa, serta dari departemen (Kaprodi dan DPA) ke rumah duka untuk melayat dan menyerahkan santunan,” ujar Jaka.​ ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu