Viral Tes Kehamilan Siswi di Sekolah, Ini Analisis Dosen UMM

Dosen UMM tanggapi viralnya tes kehamilan siswi di sekolah. Ia menyoroti dampaknya serta pentingnya edukasi dan koordinasi kebijakan.

R
Viral Tes Kehamilan Siswi di Sekolah, Ini Analisis Dosen UMM

PORTALBONTANG.com – Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan video viral yang menampilkan tes kehamilan untuk siswi di salah satu sekolah di Jawa Barat. Kejadian ini menuai berbagai tanggapan, termasuk dari kalangan akademisi.

Dosen sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Luluk Dwi Kumalasari, M.Si., memberikan perspektifnya mengenai fenomena ini.

Menurut Luluk, meskipun sekolah memiliki kewenangan dalam menentukan kebijakan internalnya, langkah yang diambil harus tetap mengacu pada aturan yang berlaku dan mempertimbangkan koordinasi dengan pihak berwenang.

Baca Juga: Netflix Umumkan Squid Game 3 Tayang 27 Juni 2025, Gi Hun dan Front Man Bersiap Hadapi Konflik Terbesar

“Maka perlu untuk menggandeng berbagai instansi agar proses penerapan kebijakan pada lingkungan sekolah tetap berada dalam koridor edukasi dan sosialisasi terkait,” ujar Luluk menanggapi kebijakan tes kehamilan di sekolah tersebut, dilansir Portalbontang.com dalam rilisnya, Sabtu 1 Februari 2025.

Dampak Psikologis bagi Siswi dan Isu Sosial yang Muncul

Luluk juga menyayangkan penyebaran foto dan video yang memperlihatkan para siswi menjalani tes urine dengan tajuk tes kehamilan.

Ia menilai, hal ini dapat memberikan dampak psikologis yang panjang bagi para siswi, terutama jika tidak ada klarifikasi yang jelas dari pihak sekolah.

Baca Juga: Insidious 6 Ditunda hingga 2026, Penggemar Franchise Film Horor Harus Menunggu Lebih Lama

Kasus ini juga menyoroti bagaimana perempuan kerap menjadi korban stigma dan diskriminasi dalam berbagai isu, termasuk pelecehan seksual.

Oleh karena itu, Luluk mengingatkan pentingnya kehati-hatian sekolah dalam menerapkan kebijakan yang menyangkut peserta didiknya.

“Jika memang pihak sekolah berdalih bahwa tes urine dilakukan untuk pencegahan narkoba, maka sekolah tetap harus menggandeng dinas dan lembaga terkait yang berwenang. Sehingga proses penerapan kebijakan tersebut akan berjalan dengan baik dan tidak salah kaprah,” tambahnya.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Cegah Banjir di Sejumlah Wilayah, LAPAN Ingatkan Risiko Jika Tak Efektif

Pentingnya Edukasi Reproduksi dan Seksualitas di Sekolah

Lebih lanjut, Luluk menekankan bahwa edukasi dan sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi serta seksualitas harus menjadi bagian dari kurikulum di setiap jenjang sekolah.

Dengan pemahaman yang lebih baik, kasus penyimpangan dan permasalahan sosial lainnya dapat diminimalisir.

Meski begitu, ia menyadari bahwa pengawasan utama tetap menjadi tanggung jawab keluarga. Namun, peran sekolah dan masyarakat juga penting dalam menjaga dan mengawasi perilaku anak di bawah umur.

“Memang sulit untuk selalu mengawasi anak setiap harinya, mengingat zaman semakin maju dan orang tua tetap bisa kecolongan. Maka dari itu, anak tetap membutuhkan pendampingan dan pemahaman yang baik mengenai dampak dari perilaku menyimpang tersebut,” jelasnya.

Imbauan untuk Bijak dalam Menyikapi Isu Viral

Baca Juga: PPDB Jadi SPMB 2025, Tambah Jalur Prestasi untuk Pengurus OSIS dan Pramuka, Begini Penjelasan Mendikdasmen

Sebagai penutup, Luluk mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi isu-isu yang viral di media sosial.

Ia menekankan pentingnya menggali fakta sebelum mempercayai atau menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

“Masyarakat harus lebih selektif dalam menerima informasi. Jangan mudah terpancing oleh berita simpang siur tanpa melihat fakta di lapangan,” tutupnya. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu