Portalbontang.com, Bontang – Pemerintah Kota Bontang mengambil langkah strategis untuk memperkuat peran organisasi kemasyarakatan (Ormas) dalam pembangunan daerah.
Melalui sosialisasi Undang-Undang (UU) Ormas dan Standar Pelayanan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Pemkot Bontang berupaya meningkatkan legalitas dan kapasitas Ormas guna mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.
Acara yang dihelat di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris.
Baca Juga: Prabowo Bantah Jadi 'Boneka' Jokowi, Sentil Isu Ijazah Palsu: Nanti Ijazah Saya Juga Ditanya
Mengusung tema “Meningkatkan Legalitas dan Kapasitas Ormas melalui Sosialisasi Aturan, Layanan Pendaftaran dan Hibah Ormas,” kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Badan Kesbangpol, perwakilan Kementerian Agama Kota Bontang, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan seluruh Ormas di Kota Bontang.
Sejumlah narasumber kompeten dihadirkan untuk memberikan pencerahan, di antaranya Kepala Kepolisian Resort Bontang, AKBP Alex Frestian Lumbang Tobing; Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Timur, H. Sufian Agus; Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Bontang, Marthen Minggu; dan Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, Pembangunan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kota Bontang.
Dalam sambutannya yang dilansir Portalbontang.com dari situs resmi PPID Setda Bontang, Wakil Wali Kota Agus Haris menekankan pentingnya sosialisasi ini sebagai fondasi untuk menjaga persatuan dan kesatuan di Kota Taman.
Ia menggambarkan Bontang sebagai miniatur Indonesia yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan organisasi.
“Kota Bontang miniaturnya Indonesia, memiliki keberagaman suku dan budaya serta organisasi masyarakatpun beragam, maka kebhinekaan perlu dirawat untuk kemajuan Kota Bontang,” ujar Agus Haris.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah memiliki kepentingan besar untuk merangkul seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan cita-cita nasional.
Hal ini selaras dengan program “Asta Cita” Presiden Prabowo Subianto yang mengarahkan kebijakan menuju Indonesia Emas 2045, serta visi “Kaltim Emas” yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Baca Juga: IFG Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa, Fokus Asuransi dan Risiko Finansial Digital
“Program-program tersebut sangat linier dengan program Pemerintah Kota Bontang menuju Bontang Sentosa (sejahtera, nyaman, dan terdepan berlandaskan iman dan takwa), dalam rangka mendukung program, visi dan misi Pemerintah Kota Bontang yang diusung Wali Kota Bontang dan Wakil Wali Kota Bontang terpilih tahun 2025-2029,” paparnya.
Salah satu fokus dalam program 100 hari kerja kepemimpinan baru, menurut Agus Haris, adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, seperti optimalisasi program wajib belajar dari jenjang dasar hingga menengah, sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk generasi penerus yang tangguh dan kompeten dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Agus Haris juga menyoroti berbagai program Pemerintah Kota Bontang, seperti bantuan modal usaha, bantuan bagi masyarakat miskin, dan dukungan untuk organisasi, sebagai respons terhadap tantangan globalisasi.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program-program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan memerlukan dukungan penuh dari aparatur sipil negara (ASN) dan seluruh lapisan masyarakat, melalui penerapan regulasi yang baik dan komunikasi yang efektif.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Wali Kota berpesan kepada Ormas yang hadir untuk proaktif membantu menyosialisasikan program-program pemerintah kepada masyarakat luas.
Sosialisasi ini, tegasnya, bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran Ormas mengenai peraturan dan standar pelayanan, sehingga mereka dapat meningkatkan kapasitas dan legalitasnya dalam berkontribusi aktif bagi kemajuan Kota Bontang.***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A